Pelajaran Tentang Fungsi dan Proses dalam Mitokondria

Pelajaran Tentang Fungsi dan Proses dalam Mitokondria

Fungsi dan Proses dalam Mitokondria

Fungsi dan Proses dalam Mitokondria

Proses Yang Terjadi Dalam Mitokondria

Mitokondria merupakan organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Respirasi sel Berdasarkan kebutuhan oksigen, dibagi menjadi dua macam yaitu :

1. Respirasi Aerob

Respirasi aerob merupakan respirasi yang memerlukan oksigen. Proses respirasi aerob mengubah energi kimia yang terkandung dalam sari makanan menjadi energi kimia yang tersimpan dalam ATP (energi yang Iangsung dapat digunakan dalam sel).

2. Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak memerlukan oksigen. Reaksi-reaksi yang terjadi serta organel yang berperan dalam respirasi anaerob sama seperti pada respirasi aerob. Namun, dalam respirasi anaerob peran oksigen digantikan oleh zat lain, contoh NO3 dan SO4.
Adapun tahap-tahap atau proses untuk menghasilkan energi atau yang disebut respirasi sel, antara lain:

1.Dekarbosilasi oksidatif

Pada organisme eukariotik, dekarboksilasi oksidatif berlangsung dalam matriks mitokondria. Adapun pada organisme prokariotik, tahap tersebut berlangsung dalam sitosol. Pada tahap ini asam piruvat diubah menjadi asetil Co-A. Hal ini terjadi setelah asam piruvat bergabung dengan Co-enzim A. Proses tersebut menghasilkan NADH dan melepaskan CO2

2.Glikolisis

Glikolisis (penguraian gula), glukosa (gula berkarbon enam) diuraikan menjadi dua gula berkarbon tiga. Glukosa merupakan molekul gula yang termasuk monosakarida dengan salah satu atom karbonnya merupakan gugus karbonil dan atom karbon lainnya terikat pada gugus hidroksil. Setelah glukosa diubah menjadi gula yang lebih kecil, kemudian dioksidasi dan atom sisanya disusun ulang untuk membentuk dua molekul piruvat. Proses glikolisis menghasilkan 2 ATP, 2 NADH dan molekul organik untuk siklus Krebs.

3.Transfor Elektron dan Fosforilasi oksidatif

Sistem transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria. Tahap ini berfungsi mengoksidasi NADH atau NADPH2 dan FADH2 dari tahap-tahap sebelumnya. Elektron dan H+ dari senyawa-senyawa tersebut dialirkan melalui senyawa-senyawa penerima elektron seperti NAD, FAD, koenzim Q, dan sitokrom. Setiap terjadi perpindahan elektron, energi yang terlepas digunakan untuk membentuk ATP. Oksigen berfungsi sebagai penerima elektron terakhir pada proses tersebut. Selanjutnya, oksigen bergabung dengan H+ membentuk H2O. Pembentukan ATP dalam sistem transpor elektron terjadi melalui reaksi fosforilasi oksidatif.
Oksidasi 1 NADH dapat menghasilkan 3 ATP. Adapun oksidasi 1 FADH2 menghasilkan 2 ATP.
Sementara itu, organisme prokariotik tidak memiliki mitokondria. Dengan demikian, pengurangan ATP untuk pemindahan NADH ke dalam mitokondria tidak terjadi. Jadi, jumlah total ATP yang dihasilkan sebanyak 38.
Persamaan umum respirasi seluler:
C6H12O6+ 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + energi
Energi = ATP(Adenosine TriPhosphate) + panas

4.Siklus kreb’s

Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. Siklus Krebs adalah reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat, yang kemudian membentuk asam sitrat. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat, karena menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Dari siklus Krebs ini, dari setiap molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP, 6 NADH, 2 FADH2, dan 4 CO2. Selanjutnya, molekul NADH dan FADH2 yang terbentuk akan menjalani rangkaian terakhir respirasi aerob, yaitu rantai transpor elektron.

Fungsi Mitokondria

Fungsi utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Respirasi Sel). Mitokondria memiliki beberapa fungsi tambahan:
• Untuk metabolisme lemak, asam lemak diubah jadi asetil KoA dulu. Pembentukan asetil KoA ini dapat terjadi di luar mitokondria (dalam sitosol), lalu merembes masuk ke dalam matriks; dapat pula berlangsung di dalam matriks sendiri. Asam lemak lebih dulu merembes masuk ke matriks.
• Untuk sintesa lemak dan hormon steroid, mitokondria bekerja sama dengan REH. Steroid dapat dibuat dari kolesterol. Kolesterol diubah jadi pregnenolon, kemudian jadi progesteron. Progesteron dapat diubah jadi testosteron atau estrogen, dapat pula jadi kortikosteron.
• Produksi panas (thermogenesis perlu untuk menjaga agar suhu tubuh tidak terlalu rendah, sehingga enzim dapat bekerja sesuai dengan suhu optimal).

Pelajaran Tentang Fungsi dan Proses dalam Mitokondria | medsis | 4.5