Materi Pengertian Filum Anthroda dan Mollusca

Materi Pengertian Filum Anthroda dan Mollusca

Filum Anthroda dan Mollusca

Filum Anthroda dan Mollusca

Filum Anthroda dan Mollusca

Anthropoda

Insecta

Sepit Khusus untuk Kawin

Filum Anthroda dan Mollusca – Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya (organ pendengar) untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena nyamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan, terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara. Nyamuk jantan terbang berkelompok sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Perkawinan tidak berlangsung lama dan nyamuk jantan akan kembali ke kelompoknya setelah perkawinan. Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya Sumber: Menyingkap Rahasia Alam Semesta, Harun Yahya

Filum Anthroda dan Mollusca – Banyak serangga pengisap cairan tumbuhan yang disebut kutu daun seperti wereng, kutu loncat, dan kutu putih. Serangga-serangga ini mempunyai peran sebagai vektor/pembawa virus tumbuhan yang sangat merugikan. Selain itu, serangga lain seperti nyamuk dan lalat dapat juga berperan sebagai vektor dari beberapa penyakit pada manusia, misalnya nyamuk Anopheles yang berperan sebagai vektor penyakit malaria, nyamuk Aedes sebagai vektor penyakit demam berdarah, dan lalat Tse tse sebagai vektor penyakit tidur Afrika.

Filum Anthroda dan Mollusca – Serangga predator dan serangga parasit juga mempunyai peran yang menguntungkan dalam pemberantasan hama secara biologis. Tiap jenis hama tanaman, mempunyai serangga predator dan serangga parasit tertentu. Satu jenis hama tanaman, mungkin mempunyai 3 macam parasit sesuai dengan tingkat perkembangan hama tersebut, yaitu parasit telur, parasit larva, dan parasit pupa. Dengan adanya predator dan parasit, serangga hama populasinya dapat dikendalikan secara alamiah oleh musuh-musuhnya sehingga tidak akan terjadi peledakan jumlah hama serangga tersebut. Akan tetapi, jika ekosistem dari predator, parasit, maupun serangga hama tersebut berubah menjadi tidak seimbang, maka kontrol secara alamiah tidak dapat terjadi sehingga terjadilah peledakan hama.

Filum Anthroda dan Mollusca – Contoh serangga yang dapat bertindak sebagai parasit, misalnya Apanteles glomeratus yang memparasiti kupu-kupu Pieris brassicae, sedangkan contoh serangga predator, misalnya Lady Bird atau Coccinella. Peran menguntungkan lain dari serangga adalah dalam menghasilkan bahan makanan dan industri. Contoh serangga semacam itu, misalnya lebah madu, ulat sutra, kutu daun, dan serangga-serangga lain yang menghasilkan bahan pewarna dan bahan kimia lain yang berguna.

c. Chilopoda Hewan ini hidupnya di darat sebagai hewan karnivor. Tubuhnya terdiri atas kepala dan badan. Bentuk hewan ini agak pipih/gepeng dan beruas-ruas. Pada tiap ruas terdapat sepasang kaki. Pada bagian kepalanya terdapat sepasang antena yang panjang, dua kelompok mata tunggal, dan alat mulut.

Filum Anthroda dan Mollusca

d. Diplopoda Diplopoda hidup di darat sebagai hewan herbivor atau pemakan tumbuhan. Tubuhnya terdiri atas kepala dan badan. Bentuk tubuh silindris dan beruas-ruas. Pada tiap ruas terdapat dua pasang kaki. Pada bagian kepala hewan ini, terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal, dan tidak mempunyai “taring” bisa. Hewan ini bernapas dengan trakea. Contoh yang sering kita temukan adalah kaki seribu . Diplopoda bersama dengan Chilopoda, umumnya dikelompokkan dalam kelompok Myriapoda.

e. Arachnida Tubuh hewan ini mempunyai kepala yang bersatu dengan dada disebut kepala dada atau sefalotoraks, dan perut. Kepala Arachnida tidak mempunyai antena. Hewan ini bernapas dengan paru-paru buku, trakea, atau keduaduanya. ! Beberapa Arachnida dapat bersifat merugikan, misalnya, caplak. Hewan ini merugikan karena mereka makan dengan cara mengisap darah pada burung dan mamalia, bahkan mungkin juga pada manusia. Selain caplak, tungau yang termasuk Arachnida juga banyak hidup sebagai parasit. Sarcoptes, misalnya, dimasukkan sebagai tungau dan dapat menyebabkan penyakit kulit yang disebut scabies.

Mollusca

Mollusca berasal dari kata mollis yang artinya lunak. Jadi, mollusca dapat disebut hewan bertubuh lunak. Mollusca dapat ditemukan secara luas di laut, air tawar, dan daratan. Akan tetapi, Mollusca paling banyak terdapat di laut. Mollusca merupakan hewan triploblastik selomata. Reproduksi Mollusca terjadi secara seksual dengan cara fertilisasi internal. Mollusca ada yang berumah satu, yaitu jantan dan betina dalam satu individu. Akan tetapi, ada pula yang berumah dua, yaitu jantan dan betina terpisah. Selain bertubuh lunak, hewan ini ditandai dengan tubuh yang simetri bilateral dan tubuh yang tidak beruas-ruas. Pada umumnya, tubuh Mollusca juga ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari zat kapur (kalsium karbonat), berfungsi melindungi organ-organ dalam. Semua jenis Mollusca mempunyai mantel, yaitu lapisan jaringan yang menutupi organ-organ viseral dan membentuk rongga mantel. Pada beberapa jenis Mollusca, mantel dapat membentuk cangkok atau rumah. Selain itu, Mollusca selalu mempunyai struktur berotot yang disebut “kaki” yang bentuk dan fungsinya berbeda untuk tiap kelas. Tubuh Mollusca dapat mengeluarkan lendir untuk membantu berjalan. Mollusca dibagi ke dalam lima kelas. Kelima kelas tersebut adalah Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda (Lamellibranchiata/Bivalvia), dan Cephalopoda.

a. Amphineura Hewan ini semua hidup di laut dan banyak ditemukan di pantai. Kaki perut Amphineura melekat pada batu-batu. Pada rongga mantelnya terdapat insang. Di bagian dorsal, tubuhnya ditutupi mantel yang dilengkapi dengan 8 kepingan kapur. Kadang-kadang kepingan tersebut dilapisi kitin. Contoh Amphineura yang banyak ditemukan adalah Chiton.

b. Gastropoda Gastropoda merupakan kelas Mollusca terbesar. Telah diketahui lebih dari 35.000 jenis yang masih hidup dan 15.000 jenis yang telah menjadi fosil. Hewan ini terdapat dalam berbagai habitat, baik di laut, di air tawar, maupun di darat.

Sebagian besar Gastropoda mempunyai sebuah cangkok (rumah) berbentuk kerucut terpilin (spiral) sehingga bentuk tubuhnya juga menyesuaikan diri dengan bentuk cangkok. Padahal, waktu larva bentuknya simetri bilateral. Jenis yang tidak bercangkok banyak yang hidup di darat dan biasanya disebut siput telanjang.

Jenis kelamin Gastropoda adalah hermafrodit. Akan tetapi, tidak pernah terjadi pembuahan sendiri dan bertelur setelah perkawinan. Gastropoda air bernapas dengan insang dan telurnya dilepas satu-satu atau berkelompok dalam zat semacam gelatin. Hidupnya terutama di laut dan telur menetas menjadi berbagai fase larva sebelum menjadi dewasa. Gastropoda mempunyai arti ekonomi yang penting. Sejak larva hingga pada fase dewasanya merupakan mata rantai penting dalam jaring makanan terutama di ekosistem laut. Selain itu, banyak jenis Gastropoda yang menjadi makanan manusia. Gastropoda ada yang mempunyai cangkok yang indah sehingga banyak diminati kolektor. Akan tetapi, ada juga Gastropoda yang dapat merugikan, misalnya dengan merusak tanaman pertanian dan ada pula yang menjadi inang perantara dari berbagai jenis Trematoda.

c. Scaphopoda Hewan ini hanya mempunyai anggota kira-kira dua ratus spesies. Scaphopoda hidup di laut pada pantai-pantai yang berlumpur. Cangkoknya berbentuk taring atau terompet dengan kedua ujung yang terbuka. Kamu dapat mengamatinya pada Gambar 8.32. Jika kita berkaryawisata ke pantai, kita sering menemukan cangkoknya.

d. Pelecypoda Pelecypoda adalah Mollusca yang mempunyai kaki berbentuk pipih seperti kapak untuk membuat lubang. Cangkoknya terdiri atas dua bagian yang dihubungkan dengan semacam engsel. Di dalam cangkok terdapat tubuhnya. Penampang melintang tubuh Pelecypoda dapat dilihat pada Gambar 8.33. Insang atau brankia berupa lembaran-lembaran lamel dan mantelnya menempel pada cangkok. Di tepi cangkok, mantel secara terus-menerus membentuk bagian cangkok yang baru sehingga cangkok makin lama makin besar. Di dalam rongga mantel terdapat insang. Berbagai jenis kerang dan remis hidup di dalam lumpur. Remis atau kerang yang seperti itu mempunyai sifon yang panjang. Perhatikan Gambar 8.34. Cangkok atau rumah Pelecypoda terdiri atas tiga lapisan. Lapisan terluar disebut periostrakum dibentuk dari zat kitin, berfungsi sebagai lapisan pelindung. Lapisan kedua disebut lapisan prisma karena tersusun dari kristal-kristal kalsit berbentuk prisma. Lapisan ketiga disebut lapisan nakre atau lapisan induk mutiara yang tersusun dari lapisan-lapisan tipis paralel dari kalsit (karbonat). Di antara kristalkristal kalsit pada lapisan prisma maupun nakre, terdapat bahan organik yang membentuk kerangka tempat terbentuknya kristal tersebut. Untuk melihat bagian-bagian suatu cangkok, dapat dilihat Gambar 8.35. Di antara cangkok dan mantel kadang-kadang masuk benda asing seperti pasir. Butir pasir menjadi inti untuk pembentukan butir mutiara. Hanya jenis-jenis tertentu yang dapat menghasilkan mutiara berkualitas tinggi, yaitu tiram mutiara (Pinctada margaritifera) dan Picntada mertensi. Kedua spesies ini merupakan penghuni laut bersuhu panas di daerah Pasifik, termasuk di Indonesia Bagian Timur. Mutiara juga dapat dihasilkan dengan cara memasukkan inti mutiara di antara mantel dan lapisan nakre.

e. Cephalopoda Cephalopoda merupakan Mollusca dengan kepala yang jelas dan mata yang besar. Kaki otot dimodifikasi menjadi tangan, tentakel sekeliling mulut, dan corong yang merupakan saluran keluar dari rongga mantel. Coba amati Gambar 8.36! Sebagian besar Cephalopoda mempunyai kelenjar tinta. Cephalopoda mempunyai peran yang cukup penting dalam ekosistem. Mereka merupakan mata rantai penting dalam jaring makanan pada ekosistem laut. Berbagai ikan memangsa cumi-cumi sebagai sumber makanannya. Selain itu, cumi-cumi dan sotong merupakan makanan laut yang digemari manusia.

 

Materi Pengertian Filum Anthroda dan Mollusca | medsis | 4.5