Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan

a. Faktor Pendorong Perubahan 1) Sikap menghargai hasil karya orang lain dan kehendak untuk maju. 2) Deviasi, yaitu toleransi terhadap perbuatan menyimpang asal bukan merupakan dalih/pelanggaran. 3) Kontak dengan kebudayaan lain. 4) Sistem pendidikan formal yang maju. 5) Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat. 6) Penduduk yang heterogen. 7) Rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. 8) Orientasi ke masa depan. 9) Sikap optimis dalam hidup.

b. Faktor Penghambat Perubahan 1) Rasa takut akan terjadinya kegoyahan dan mempengaruhi integrasi kebudayaan. 2) Sikap tertutup dan berprasangka terhadap hal-hal baru. 3) Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. 4) Perkembangan iptek yang terlambat. 5) Sikap fatalistik masyarakat. 6) Vested-interested adanya kepentingan-kepentingan individual yang tertanam kuat pada diri agen perubahan. 7) Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. 8) Hambatan dari faktor adat atau kebiasaan. 9) Sikap pesimis dalam hidup.

Kata Kunci 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan peranan yang sangat besar terhadap perubahan sosial, baik adat, kebiasaan, cara hidup, gaya hidup serta cara berpikir manusia.

Yang Anda Harus Kerjakan 

Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat berjalan terus-menerus secara dinamis. Pada masyarakat yang mengalami perubahan sosial budaya dapat mengalami perubahan ciri-ciri khas yang sebelumnya selalu melekat, namun bisa juga tidak mengalami perubahan! Amatilah dengan saksama lingkungan tempat tinggal Anda. Apakah mengalami perubahan yang menyangkut ciri khas? Untuk lebih memudahkan pengambilan kesimpulan, amati salah satu faktornya, bisa tingkah laku, cara berpakaian, kebiasaan sehari-hari, atau kebiasaan berbelanja. Dapatkah Anda menemukan perubahan sosial budaya yang lain dan terjadi di lingkungan Anda? Jelaskan disertai dengan contoh!

Proses Disintegrasi Sebagai Akibat Perubahan Sosial 

Dalam kehidupan bersama, masyarakat dengan kebudayaannya tidak akan lepas dari perubahan. Perubahan yang terjadi akan membawa dua akibat yang berbeda sebagai berikut.

a. Berakibat Positif Terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam penyesuaian disebut adjustment, sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan gerak perubahan disebut integrasi.

b. Berakibat Negatif Terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjustment.

Akibat dari maladjustment, akan menimbulkan disintegrasi. Disintegrasi, yaitu proses memudarnya nilai dan norma dalam masyarakat sehingga berakibat adanya perubahan dalam lembaga kemasyarakatan. Dalam masyarakat Indonesia yang multi majemuk, sangat majemuk pula daya tahan/kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan. Mereka yang siap menghadapi perubahan akan tetap survival (tetap hidup) dalam gerak perubahan, sedangkan yang tidak siap dan tidak mampu akan terbawa arus gelombang perubahan. Disintegrasi terjadi, apabila masyarakat sebagai agen perubahan, tidak mampu menyesuaikan/mensosialisasikan diri dengan nilai-nilai baru yang berkembang dalam masyarakat. Gejala-gejalanya dapat diamati dari sebagai berikut. 1) Nilai dan norma, tidak berfungsi seperti harapan masyarakat. 2) Lembaga-lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi sesuai dengan peranannya.

Bentuk-bentuk Disintegrasi

a. Pergolakan Daerah Pergolakan daerah adalah suatu gerakan sosial vertikal dan horizontal, yang dilakukan serentak dengan berbagai cara untuk memaksakan kehendak atau cita-cita. Sebab terjadinya pergolakan daerah sebagai berikut. 1) Perbedaan ideologi antargolongan dalam masyarakat. 2) Adanya pertentangan-pertentangan sosial, yang berkepanjangan dan sulit diatasi. 3) Tindakan sewenang-wenang dari pihak pemegang kekuasaan. 4) Adanya tokoh sebagai pendorong dan simbol pergolakan. Akibat pergolakan daerah sebagai berikut. 1) Merugikan diri sendiri, masyarakat, dan negara baik yang bersifat materiil maupun nonmateriil. 2) Mobilitas dan aktivitas masyarakat terganggu atau macet. 3) Timbulnya berbagai kerawanan dan gangguan keamanan. 4) Terjadinya perubahan-perubahan yang cenderung negatif terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat.

b. Demonstrasi Demonstrasi adalah suatu gerakan massal yang bersifat langsung dan terbuka, yang dilakukan secara lisan, tulisan, dan tindakan dalam memperjuangkan kepentingan/tuntutan. Contoh: Demonstrasi mahasiswa minta penurunan harga BBM, minta pejabat negara turun/lengser. Sebab-sebab demonstrasi sebagai berikut. 1) Adanya penyimpangan dalam sistem. 2) Terjadinya perubahan dalam sistem yang inkonstitusional. 3) Tidak berfungsinya sistem yang dipilih. Akibat-akibat demonstrasi sebagai berikut. 1) Mengganggu stabilitas di bidang ipoleksosbud dan hankam. 2) Mendorong timbulnya tindak kejahatan politik dan kejahatan ekonomi. 3) Menghambat pembangunan dan modernisasi.

c. Aksi Protes Aksi protes adalah suatu tuntutan individual atau kelompok, yang dilakukan dengan lisan atau tulisan untuk memperjuangkan kepentingan atau objek tindakan. Sebab-sebab aksi protes sebagai berikut. 1) Adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan. 2) Rasa tidak puas/kecewa atas suatu putusan. 3) Munculnya pihak yang berprasangka. Akibat aksi protes sebagai berikut. 1) Menghambat kerja sama dalam aktivitas bersama. 2) Menimbulkan bibit konflik. 3) Timbulnya kelompok primordial.

d. Kriminalitas Kriminalitas adalah setiap pelanggaran norma hukum yang dapat diancam sanksi pidana, sedangkan kriminologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tindak/perilaku jahat. Sebab-sebab kriminalitas sebagai berikut. 1) Kepadatan dan komposisi penduduk. 2) Perbedaan distribusi kekayaan. 3) Pertentangan dan persaingan kebudayaan. 4) Perbedaan ideologi politik. 5) Perbedaan kekayaan dan pendapatan. 6) Mentalitas yang labil. Akibat-akibat kriminalitas sebagai berikut. 1) Merugikan negara. Misalnya kolusi dan korupsi. 2) Mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

3) Merugikan pihak lain, baik materiil maupun non-materiil. Misalnya pencurian, perampokan dengan pembunuhan, dan lain-lain.

4) Merugikan masyarakat secara keseluruhan. Misalnya penipuan, pemalsuan, dan lain-lain. e. Kenakalan Anak/Remaja Kenakalan adalah suatu perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak dan seandainya dilakukan orang dewasa dikategorikan tindak kejahatan. Tanda-tanda anak nakal sebagai berikut. 1) Siswa bandel, kasar, dan sukar diatur. 2) Berbuat cabul, menyimpan/membaca buku, melihat gambar, dan film porno. 3) Bolos sekolah. 4) Melarikan kendaraan di luar batas kecepatan (ngebut).

5) Minum-minuman keras, memakai obat terlarang dan lain-lain. Anak berbuat nakal menurut Drs. Kuswanto ada dua motivasi, yaitu sebagai berikut. 1) Motivasi ekstrinsik, yaitu berbagai kenakalan yang disebabkan pengaruh luar dari diri anak, meliputi: a) faktor rumah tangga, b) faktor pendidikan dan sekolah, c) faktor pergaulan anak, dan d) faktor media massa. 2) Motivasi intrinsik atau penyebab dari dalam diri anak meliputi: a) faktor intelegensia, b) faktor usia, c) faktor jenis kelamin, dan d) faktor kedudukan anak dalam keluarga. Kenakalan anak membawa akibat yang merugikan diri sendiri dan masyarakat antara lain sebagai berikut. 1) Mengganggu ketertiban umum. 2) Mendorong tindak kriminalitas. 3) Mendorong perbuatan asusila. 4) Merusak nama baik diri sendiri, orang tua, sekolah, dan daerah. 5) Meresahkan masyarakat sekitar.

Proses Perubahan Sosial dan Akomodasi Baru

Proses perubahan sosial adalah serangkaian perubahan yang dilalui dalam perkembangan masyarakat. Akomodasi baru adalah serangkaian perubahan yang dilalui oleh masyarakat dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian. Bahwa proses perubahan sosial dan akomodasi baru sama artinya dengan proses perubahan sosial dan penyesuaian sosial. Perubahan sosial dan akomodasi baru akan terjadi dalam masyarakat apabila ada yang disesuaikan, misalnya nilai-nilai baru, penemuan baru, atau hal-hal lain yang dianggap baru oleh masyarakat. Tanpa ada nilai baru, tidak ada penyesuaian walaupun ada perubahan dalam proses perubahan dan penyesuaian sosial ada dua, yaitu sebagai berikut.

a. Individual Proses Individual proses adalah serangkaian perubahan dan penyesuaian sosial seorang individu terhadap penemuan baru/nilai-nilai baru.

b. Kolektif Proses Kolektif proses adalah serangkaian perubahan dan penyesuaian sosial sekelompok masyarakat terhadap penemuan baru/nilai-nilai baru. Dapat disimpulkan bahwa proses perubahan sosial dan akomodasi baru akan terjadi bilamana individu-individu dan kelompok-kelompok masyarakat menerima serta mampu menyesuaikan dengan nilai-nilai yang baru.

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan | medsis | 4.5