Erosi dan Kerusakan Tanah

Erosi
Pada proses erosi, massa tanah atau batuan diuraikan
dan dipindahkan dengan bantuan tenaga air, angin, es,
maupun tenaga gravitasi. Erosi yang dibantu oleh es banyak
terjadi di kutub.

Kerusakan Tanah dan Dampaknya bagi
Kehidupan 

Erosi dan Kerusakan Tanah

a. Erosi

b. Penggundulan Hutan
Penyebab penggundulan hutan adalah bertambahnya
permintaan lahan untuk permukiman, sehingga lahanlahan hutan diubah menjadi permukiman.

c Polusi
Polusi tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga di tanah
dan air. Polusi disebabkan pembuangan limbah, baik
itu limbah industri ataupun limbah rumah tangga ke
dalam tanah, air, dan udara.
d. Kebakaran Hutan
Tahukah kamu kebakaran hutan di Kalimantan dan
Sumatra yang terjadi sepanjang tahun 2006? Kebakaran
hutan ini menyebabkan penurunan biomas di dalam
tanah, sehingga produktivitas tanah menurun. Selain
itu, kebakaran hutan juga akan meningkatkan erosi
tanah.
e. Eksploitasi Tambang yang Berlebihan
Bahan-bahan tambang seperti emas, tembaga, dan bahan galian C
(pasir dan batu) dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Eksploitasi bahan-bahan tambang yang berlebihan, tanpa
memerhatikan lingkungan akan berdampak negatif di kemudian
hari. Lahan yang telah ditambang akan meninggalkan lubanglubang yang mengangga di muka Bumi. Kerusakan lingkungan yang
berupa kesuburan tanah hilang dan perubahan topografi banyak
ditemukan pada lahan tambang yang dieksploitasi secara
berlebihan.

f. Kerusakan Karena Proses Kimiawi Air Hujan
Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah
melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena
proses mekanis. Proses kimiawi ini menyebabkan tanah menjadi
tidak subur.
g. Kerusakan Karena Proses Mekanis Air Hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores
permukaan tanah sehingga terbentuk selokan. Pada daerah yang
tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah
berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur
sehingga terjadi banjir lumpur.
h. Kerusakan Karena Tanah Longsor
Tanah longsor adalah turunnya atau ambruknya tanah dan batuan
ke bagian bawah akibat pengaruh daya gravitasi. Hujan
mempercepat longsornya tanah karena tanah menjadi longsor dan
berat. Pelongsoran hanya terjadi pada lapisan luar yang terlepas
dari permukaan tanah.

i. Kerusakan Karena Terkumpulnya Garam di Daerah Perakaran
(Salinisasi)
Di daerah-daerah tertentu, proses penguapan yang tinggi setelah
hujan lebat, menyebabkan kandungan garam dalam tanah
meningkat. Proses selanjutnya adalah pengikat unsur-unsur kimia
penting dalam tanah oleh garam. Kondisi demikian menyebabkan
turunnya kesuburan tanah.
j. Kerusakan Karena Penjenuhan Tanah oleh Air (Waterlogging)
Pada daerah yang bertekstur tanah lempung, sebagian besar air
hujan yang jatuh ke tanah akan menggenang di permukaan tanah.
Hanya sedikit saja air yang lolos ke dalam tanah sebagai air tanah.
Lamanya air yang menggenang menyebabkan tanah jenuh terhadap
air, sehingga unsur kimia penting dalam tanah ikut tercuci atau
hilang. Tanah yang mengalami kejenuhan air biasa ditemukan
dengan warna keabu-abuan.

Erosi dan Kerusakan Tanah | medsis | 4.5