Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dan Teknik Membaca Ekstensif

Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dan Teknik Membaca Ekstensif

Ekstensif Teks Nonsastra

Ekstensif Teks Nonsastra

Ekstensif Teks Nonsastra – Tentunya kamu pernah membaca teks bacaan dengan teknik membaca ekstensif. Masih ingatkah kalian tujuan membaca ekstensif? Membaca ekstensif adalah kegiatan membaca untuk menemukan ide pokok teks dan menuliskan kembali isi teks. Membaca ekstensif meliputi

1. membaca survei: memeriksa, melihat, meneliti judul-judul bab, indeks, dan daftar isi; 2. membaca sekilas: memerhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi; 3. membaca dangkal: untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran. Agar kalian lebih terampil membaca ekstensif, silakan kalian baca teks di bawah ini! Sambil membaca, silakan kalian membuat catatan tentang ide pokok setiap paragraf teks tersebut!

Ekstensif Teks Nonsastra

Taiwan Sukses Uji Vaksin Flu Burung

Ekstensif Teks Nonsastra – Taiwan sukses melakukan uji coba atas vaksin terbaru melawan flu burung (avian influenza) yang diklaim manjur untuk melindungi manusia terhadap serangan virus penyakit unggas tersebut, demikian dilaporkan Taipei Times, Selasa (301). Vaksin yang telah dicobakan terhadap ratusan ekor ayam dan burung itu diharapkan bisa menghambat terjadinya endemi flu burung sebelum kemudian diproduksi massal dalam waktu dua tehun ke depan. Keberhasilan uji coba vaksin ini terbukti setelah dilakukan bersamaan dengan riset intensif selama 17 bulan yang dimulai dari wilayah yang disebut ground zero atau tidak pernah ditemukan penyebaran flu burung sebelumnya,” terang Pele Chong, yang memimpin program pengembangan vaksin di Institut Riset Kesehatan Nasional Taiwan. Chong menambahkan, apabila terjadi penyebaran virus flu burung maka akan memerlukan waktu sedikitnya enam bulan untuk mensterilkan wilayah yang terjangkit. ”Penelitian yang kita lakukan barhasil memberikan perlindungan penuh dari penyebaran flu burung ini,” katanya. Meski begitu vaksin yang diklaim bisa melawan virus H5N1 ini belum bisa memberi jaminan bahwa orang yang tertular akan memiliki daya tahan lebih baik.

Ekstensif Teks Nonsastra

Virus H5N1 tetap mematikan bagi manusia. Namun, kami mengkhawatirkan bahwa virus ini selalu bisa bermutasi ke dalam bentuk baru yang bisa kebal dan terus ditularkan ke manusia lain,” terang Chong. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), flu burung telah menewaskan sedikitnya 163 orang di seluruh dunia sejak mulai merebak di Asia akhir 2003 lalu karena sebagian besar peternak banyak bersentuhan dengan unggas piaraannya. Taiwan sendiri tidak melaporkan adanya kasus kematian akibat H5N1, namun banyak unggas piaraan yang diselundupkan dari Tiongkok yang diketahui positif terjangkit.

Chong menegaskan, penelitian lanjutan akan kembali dilakukan untuk mengejar perkembangan virus flu burung yang kerap bermutasi di setiap lingkungan baru. ”Kita berharap bisa secepatnya memproduksi sampai 80.000 dosis vaksin baru ini dalam sebulan,” tandasnya. taipeitimes/dey Sumber: Surya, 31 Januari 2007

Ekstensif Teks Nonsastra – Kalian telah membaca teks dan mencatat pokok-pokok penting isi teks. Jika mengalami kesulitan dalam mencatat pokok-pokok isi teks, kalian dapat memanfaatkan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai acuan. Jawablah pertanyaan berikut!

1. Untuk apa disuntik vaksin? 2. Vaksin apa yang diberikan? 3. Flu burung ternyata disebabkan oleh lingkungan. Pengetahuan apa saja yang dikatubkan untuk pengobatan lingkungan agar flu burung bisa diatasi? 4. Jenis virus apa flu burung itu? 5. Siapa peneliti vaksin flu burung? Selanjutnya, kalian dapat menuliskan kembali isi teks di atas secara ringkas. Kalian dapat memanfaatkan jawaban pertanyaanpertanyaan itu sebagai acuan. Kalian telah mencatat pokok-pokok penting isi teks tersebut. Dengan menggunakan catatan tersebut, kalian dapat mengungkapkan kembali isi teks tersebut secara ringkas. Sekarang, cobalah kalian menuliskan kembali isi teks tersebut secara ringkas!

Tema yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut. 1. Jelas, kejelasan tema dapat dilihat dari ide sentralnya; 2. Kesatuan dan keharmonisan, sebuah tulisan harus membatasi pada satu ide tunggal; 3. Perkembangan, sebuah tulisan atau karangan harus merupakan pemerincian ide pokok sampai detail (tuntas); 4. Asli, tema yang baik adalah tema yang merupakan sebuah ”pemikiran (ide) baru” atau ide lama yang dimodifikasi sehingga menjadi baru. Plagiat adalah pengambilan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Misalnya, menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri.

Ekstensif Teks Nonsastra – Menulis Paragraf Naratif

Seperti yang sudah dibahas pada bagian Bab I, paragraf naratif adalah jenis karangan yang mengungkapkan suatu kisah, peristiwa, atau pengalaman pribadi berdasarkan urutan-urutan kejadian atau peristiwa. Biasanya dalam kejadian atau dalam peristiwa tersebut, tokohnya mengalami kejadian penting. Sesuatu yang dialami tokoh atau konflik antartokoh akan menjadi bagian yang menarik dalam sebuah naratif. Coba simak sebuah kutipan wacana tentang kejadian gempa di Yogyakarta berikut.

Dialah Cesi Nurbandini. Umur tujuh tahun. Ibunya pengarit rumput, ayahnya kuli bangunan. Mereka tinggal di Dawuran, sebuah desa subur di Plered, Bantul, nun di selatan Yogyakarta. Meski upah sang ayah kecil, istri dan anaknya bahagia. Cesi punya boneka panda besar. Sabtu pagi, 27 Mei, si kecil menemani ibu menyapu halaman. Ayahnya masih tidur, lelah setelah sehari sebelumnya bekerja sampai sore. Tiba-tiba tanah bergoyang. Tanah di halaman rumah mereka terbelah, pohon-pohon di samping rumah jumpalitan. Secepat kilat ibunya menyambar tubuh Cesi, lalu berlari ke jalan raya. Kencang. Sang ibu tiba-tiba berhenti. Cesi hampir terlempar. Perempuan itu histeris berteriak sejadi-jadinya memanggil suaminya. Tak ada sahutan. Dari kejauhan terlihat rumah mereka telah roboh. Rata tanah. Debu menukik ke langit, tetapi ayah Cesi di mana? Perempuan itu takut kembali ke rumah sebab tanah terus bergerak. Sembari menggendong Cesi, dia terangah-engah ke rumah Mbah Putri (nenek) yang tak berapa jauh dari rumah mereka. Ya ampun, rumah si Mbah juga sudah rata tanah. Tempo, 11 Juni 2006

1. Sebutkan ciri-ciri paragraf naratif! 2. Tentu kalian pernah melihat, merasakan, dan mendengar peristiwa yang menyedihkan, mengharukan, atau membuat rasa marah. Peristiwa itu mungkin dialami oleh kalian atau oleh orang lain. Ambil salah satu peristiwa yang begitu diingat atau berkesan di hati, buatlah dalam karangan naratif seperti contoh di atas!

Mendeskripsikan Isi Cerita Pendek 

Cerpen ditulis pengarangnya tentu memiliki tujuan, yaitu untuk menghibur dan memberi kesan kepada pembacanya. Kesan yang ditangkap berupa kesan estetis, etis, dan sosial. Kesan estetis yaitu kesan keindahan atau nilai seni karena cerpen merupakan karya seni. Kesan etis, yaitu kesan etika dan moral. Biasanya, seorang pengarang selalu memberi gambaran moral dan etika tokoh-tokohnya, melalui pengkarakterannya. Dalam cerpen moral dan etika yang digambarkan melalui tokoh-tokohnya, dan pesan sosial digambarkan melalui latar cerita, peristiwa yang terjadi, serta konflik yang dibangun pengarang. Pesan sosial pun bisa terlihat dalam pengembangan karakter tokoh dan sudut pandang pengarang. Baca cerpen di bawah ini! Tandai hal-hal yang menarik pada teks cerpen di bawah ini!

Rindu Ibu pada Bumi

Cerpen: Ida Ahdiah Di awal musim gugur itu Ibu duduk di tepi jendela, menyaksikan daun-daun lepas dari tangkainya. Daun-daun yang telah berubah warnanya, kuning, merah, dan tembaga itu mendarat di atas rumput yang mengerut kedinginan. Bumi telah kehabisan kehangatannya. Sebentar lagi pohon-pohon itu kesepian, ditinggalkan daun-daun. Angin yang menderu-deru bersekutu dengan angkasa yang buram, tak bercahaya. Kulihat dua titik air bening di kedua sudut mata Ibu. ”Apakah Ibu tidak bahagia?” tanyaku. Ia membawa telapak tanganku ke pipinya yang basah dan hangat oleh air mata. ”Ibu hanya rindu pada bumi tempat ari-ari Ibu dikubur. Bumi yang sudah berulang-ulang kuceritakan padamu. Tidakkah kamu bosan, anak perempuanku?” Aku menggeleng. Aku senang melihat Ibu bahagia saat menceritakannya. Ibu rindu pada sebuah desa dengan sawah membentang, sambungmenyambung, menyundul bukit dan gunung. Harum padi yang siap dipanen, di bawah gerimis senja, kata Ibu, tak bisa dimasukkan ke dalam botol atau menjadi aroma tisu basah. Hanya bisa dinikmati masa lalunya, kala Ibu berjalan di pematang sawah dengan kaki telanjang, bertudung daun pisang. Lalu lembayung muncul di sela dua bukit, di langit sebelah selatan. Ibu rindu pada rumah masa kecilnya yang bau asap kayu bakar dari dapur yang berjelaga. Ada kolam ikan di belakang rumah yang tepinya ditanami pohon jarak, leunca, daun bawang, dan seledri. Lalu kandang ayam tempat si Burik dan Jago ayam Ibu menghabiskan malam bersama ayam lain milik kedua adik dan kedua kakak Ibu. Pagi, Ibu mencampur dedak dengan air panas dibuat sarapan kedua ayamnya.

 

Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dan Teknik Membaca Ekstensif | medsis | 4.5