Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Kalian tahu bahwa sastra lisan atau cerita rakyat memiliki nilai budaya, moral, dan pendidikan. Oleh karena itu, kalian harus mampu memahami isi cerita rakyat, terutama mengenai hal-hal yang menarik, pesan moral, dan pendidikan. Melanjutkan pembelajaran terdahulu, pada pembelajaran kali ini kalian akan memperdalam pembelajaran menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Isi berita yang berada di dalam teks, bisa dipahami dengan cara memindai. Kalian akan diajak belajar berwawancara dan menuliskan hasil wawancara ke dalam bentuk karya jurnalistik. Kalian belajar menulis karya jurnalistik dengan rumus 5W+1H, what-who-where-when-why dan how. Kalian akan belajar bahasa tentang kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Mendengarkan Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Banyak cerita yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Ceritacerita tersebut kadang masih dipercayai kebenarannya oleh masyarakat. Ada berbagai macam cerita rakyat, baik yang berupa legenda, mite, maupun dongeng. Cerita rakyat apa saja yang kalian ketahui? Untuk menambah wawasanmu tentang cerita rakyat, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Asal Usul Gunung Penanggungan

Dahulu kala, Pulau Jawa masih dalam keadaan terapung-apung di lautan luas. Tempatnya pun berpindah-pindah. Arus lautlah yang membuat Pulau Jawa berpindah-pindah. Hal itu karena Pulau Jawa saat itu masih sangat ringan. Belum banyak pegunungan yang menjadi pemberatnya. Keadaan Pulau Jawa saat itu membuat Batara Guru prihatin. Batara Guru adalah raja para dewa. Dia dengan dibantu para dewa bertugas menjaga seluruh dunia ciptaan Tuhan. Batara Guru mencari akal untuk membuat Pulau Jawa menjadi berat agar tidak selalu berpindah-pindah tempat. Kegundahan hati Batara Guru diketahui oleh Batara Narada. Batara Narada adalah dewa tertua yang menjadi penasihat Batara Guru. Batara Narada segera menemui Batara Guru. Batara Guru berterus terang kepada Batara Narada. Batara Narada menganggukangguk setelah mengetahui persoalan yang membuat hati Batara Guru gundah.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

”Sebaiknya, kita potong saja puncak Gunung Mahameru di India. Potongan puncaknya kita bawa ke Pulau Jawa. Dengan begitu, Pulau Jawa akan menjadi berat,” kata Batara Narada. ”Benar juga pendapat Kanda Narada. Baiklah, sekarang kumpulkan para dewa. Suruh mereka memotong puncak Gunung Mahameru. Taruh potongan puncak gunung itu di Pulau Jawa!” kata Batara Guru. Batara Narada segera melaksanakan perintah Batara Guru. Dikumpulkannya seluruh dewa. Diajaknya mereka terbang ke India untuk memotong puncak Gunung Mahameru. Potongan puncak Gunung Mahameru itu digotong beramai-ramai oleh para dewa. Mereka menggotongnya sambil terbang. Saat sampai di sebelah barat Pulau Jawa, para dewa kelelahan. Potongan puncak gunung itu pun meluncur jatuh. Akibatnya, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. ”Apa yang kalian lakukan? Lihat! Akibat perbuatan kalian, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. Cepat ambil potongan puncak gunung itu!” teriak Batara Narada. Para dewa cepat mengambil potongan puncak gunung itu. Mereka terbang kembali sambil membawa potongan puncak gunung menuju ke timur. Saat dibawa menuju ke timur itulah, ada serpihanserpihan tanah yang tercecer. Serpihan-serpihan itu jatuh dan menjadi beberapa gunung. Di atas Pulau Jawa sebelah timur, para dewa kembali kelelahan. Potongan puncak gunung yang mereka bawa pun jatuh lagi. Kini, Pulau Jawa menjadi miring ke timur. Namun, kemiringannya tidaklah banyak. Batara Narada terbang berkeliling untuk melakukan pengamatan dengan jeli. Sambil terbang berkeliling, pikirannya sibuk mencari akal agar Pulau Jawa dapat seimbang. Akhirnya, ditemukan juga jalan keluarnya.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Batara Narada segera menyuruh para dewa membawa terbang kembali potongan puncak gunung yang jatuh itu. ”Ayo, ikut aku!” ajak Batara Narada pada para dewa yang membawa terbang potongan puncak gunung. ”Kalau aku bilang jatuhkan, segera jatuhkan potongan puncak gunung itu!” Di atas sebuah tempat, Batara Narada berhenti. Ia mengamati ke bawah. Sesekali, ia juga memandang ke barat dan timur. Batara Narada pun mengangguk-angguk puas. ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada. Para dewa segera menjatuhkan potongan puncak gunung itu. Potongan puncak gunung itu kemudian menjadi sebuah gunung. Gunung itulah yang menanggung keseimbangan Pulau Jawa. Batara Narada menamakan gunung itu Gunung Penanggungan. Para dewa bisa bernapas lega. Batara Narada juga tersenyum puas. Batara Narada kemudian terbang untuk melaporkan kepada Batara Guru. ”Tugas yang Dinda bebankan kepada Kanda sudah selesai. Pulau Jawa tak akan hanyut lagi terbawa arus lautan. Potongan puncak Gunung Mahameru sudah kuletakkan di tempat yang tepat. Potongan puncak Gunung Mahameru itu telah menjadi sebuah gunung yang kuberi nama Gunung Penanggungan,” kata Batara Narada. ”Terima kasih, Kanda Narada. Sekarang, antarkan aku melihat potongan puncak Gunung Mahameru itu kauletakkan!” ”Baik, Dinda Guru!” Batara Narada dan Batara Guru terbang bersama. Dari atas awan, Batara Guru melihat keadaan Pulau Jawa yang sekarang telah banyak gunungnya. Pulau Jawa pun sudah seimbang. Tidak lagi terombangambing oleh ombak lautan. Batara Guru lalu memerhatikan sebuah gunung. Gamba 10.1 ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada.

”Itukah Gunung Penanggungan itu, Kanda Narada?” tanya Batara Guru. ”Benar, Dinda Guru!” ”Aku ingin turun ke Gunung Penanggungan itu. Ayo, Kanda Narada juga turun menemaniku!” Batara Guru dan Batara Narada turun ke Gunung Penanggungan. Mereka berdua melihat-lihat keadaan Gunung Penanggungan dari dekat. Sewaktu melihat-lihat itulah, Batara Guru mandi sampai enam kali. Akibatnya, seluruh air di Gunung Penanggungan menjadi habis. ”Seluruh air Gunung Penanggungan sudah habis kupakai mandi. Padahal, aku masih ingin mandi lagi,” kata Batara Guru. ”Di sebelah Gunung Penanggungan masih ada gunung lagi, Dinda Guru. Kelihatannya, airnya juga masih banyak. Mandilah ke sana!” Benar juga. Ternyata, gunung di sebelah Gunung Penanggungan masih banyak airnya. Hanya saja, air gunung itu berbau welirang (belerang). Oleh Batara Guru, gunung itu dinamakan Gunung Welirang. Sumber: Cerita Rakyat dari Mojokerto, Edy Sutanto

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Buka Wawasan

Legenda merupakan cerita yang mengisahkan terjadinya suatu tempat. Misalnya, terjadinya hutan, sungai, danau, dan lain-lain

1. Termasuk jenis apakah cerita rakyat tersebut? Jelaskan alasanmu! 2. Siapa tokoh dalam cerita tersebut? 3. Tuliskan hal menarik tentang tokoh dalam cerita tersebut! Dengarkan sebuah cerita rakyat yang disiarkan di radio atau di televisi dan tuliskan hal menarik tentang tokoh cerita tersebut!

Menanggapi Siaran atau Informasi dari Media Elektronik 

Kalian tentu sering mendengarkan siaran radio. Mungkin ada acara-acara tertentu yang kalian sukai. Misalnya, dunia kesehatan, pendidikan, atau siaran tentang dunia remaja. Jika kalian suka, berarti kalian dapat menyebutkan atau mengungkapkan dukungan terhadap acara tersebut.

Bacalah wacana di bawah ini dengan nada menyerupai penyiar radio! Selamat malam pendengar Super FM, terutama sobat muda yang selalu menemani saya di acara ”Koridor Sekolah”. Acara ini tidak saja diperuntukkan bagi kaum pelajar, tetapi untuk para guru dan orang tua. Acara ini merupakan ajang komunikasi dan interaksi antara siswa, guru, dan orang tua sebab mungkin saja antara anak-anak dengan gurunya atau dengan orang tua tidak nyambung. Mereka mengalami kemacetan sehingga penghuni ”Koridor Sekolah”, yaitu siswa-siswa malas belajar atau malas pulang ke rumah karena ada hubungan yang terputus dengan orang tuanya.

O, ya, topik kita kali ini tentang siswa bernama Handayani, siswa SMA kelas 3, dia mengeluh malas belajar. Padahal, sebentar lagi Handayani ini akan mengikuti UN. Handayani ini bukan siswa pemalas, tapi kenapa sekarang jadi malas, jadi ogah-ogahan sekolah. Handayani merasa prestasinya menurun, nilai-nilai ulangannya jeblok. Padahal, ia tidak pernah mendapat nilai 5 untuk Fisika, nilai 6 untuk Matematika, tapi kenyataannya sekarang begitu. Katanya, sih, jangankan untuk membaca buku, membukanya saja sudah malas. Alasannya, Handayani itu dipaksa oleh orang tuanya masuk ke fakultas kedokteran karena memang kedua orang tuanya dokter, begitu juga kakaknya. Orang tuanya bercita-cita ingin membuka klinik. Makanya, Handayani dipaksa masuk fakultas kedokteran. Namun, Handayani ngotot ingin masuk fakultas teknik karena merasa cita-citanya, dorongan hatinya, dan bakatnya ada di dunia teknik, bukan di kedokteran. Handayani lantas curhat ke gurunya. Kata Handayani, gurunya mengatakan, orang tua begitu karena sayang, karena sudah merencanakan masa depannya. Handayani berpikir, apakah masa depan harus ada di tangan orang tua? Apakah seorang anak tidak berhak menentukan nasibnya sendiri? Kalau memberontak terus, Handayani takut berdosa, takut menjadi anak durhaka! Nah, sekarang Handayani minta saran, baik dari orang tua, guru-guru, atau dari sobat-sobat mudanya. Untuk saran atau usulan dapat langsung telepon ke nomor radio kesayangan kalian ini, ya!

Teks tersebut dibacakan oleh salah seorang teman kalian, usahakan mirip dengan seorang penyiar yang tengah berbicara di radio. Silakan kalian menyimaknya, kemudian kerjakan soal-soal berikut! 1. Pokok-pokok informasi apa saja yang dikemukakan oleh penyiar tersebut? 2. Apa yang kalian ketahui tentang kasus Handayani? 3. Coba beri tanggapan terhadap acara radio tersebut berupa dukungan .

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat | medsis | 4.5