Citra NonFoto untuk Informasi Geografi

Citra NonFoto untuk Informasi Geografi

Citra NonFoto untuk Informasi Geografi

Citra NonFoto untuk Informasi Geografi

Citra Nonfoto

Citra nonfoto adalah citra suatu objek yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara pemindaian (scanning). Citra non foto berupa citra digital yang biasanya dihasilkan dari satelit, sehingga sering disebut juga citra digital atau citra satelit. Citra non foto dapat dibedakan atas sejumlah dasar, yaitu sebagai berikut.

1) Berdasarkan spektrum elektromagnetiknya

• Citra inframerah termal, jendela atmosfer yang digunakan memanfaatkan panjang gelombang antara 3,5 mm – 5,5 mm; antara 8 mm – 14 mm, dan sekitar 8 mm.

• Citra radar, yaitu citra dengan tenaga yang digunakannnya berupa sistem aktif dengan menggunakan sumber tenaga buatan (pulsa), biasanya menggunakan saluran Ka dan P.

• Citra gelombang mikro, yaitu citra yang dihasilkan dari gelombang mikro dengan menggunakan sistem pasif.

2) Berdasarkan sensor yang digunakan

• Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal. Contohnya citra yang dihasilkan dari IKONOS PAN dan SPOT HRV-PAN

• Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan saluran jamak. Contohnya LANDSAT MSS, LANDSAT TM, SPOT HRV-XS, dan IKONOS MS .

3) Berdasarkan wahana yang digunakan

Citra NonFoto untuk Informasi Geografi

Citra NonFoto untuk Informasi Geografi

• Citra dirgantara (airbone image) yaitu citra yang dihasilkan dari wahana yang beroperasi di udara. Contohnya citra inframerah termal dan citra MMS.

• Citra satelit (satelite/spaceborne image). Contohnya:

♦ citra Satelit NOAA (AS) dan citra Meteor (Rusia) yang digunakan untuk penginderaan cuaca.

♦ citra Landsat (AS), citra Soyuz (Rusia), dan citra SPOT (Prancis) untuk penginderaan sumber daya bumi;

♦ citra Seasat (AS) dan citra MOS (Jepang) untuk penginderaan laut.

Beberapa satelit di dunia yang terkait dengan spektrum dan sensor yang digunakan untuk menyelidiki sumber daya bumi diantaranya sebagai berikut.

1) Satelit generasi 1 (1960 – 1970)

Yaitu dikembangkan untuk studi cuaca. Diantaranya adalah Tiros, Nimbus, dan ERTS oleh National Aeronautic and Space Administration (NASA). Menggunakan sensor kamera Return Beam Vidicon (RBV) dan Multi Spectral Scanner (MSS). Kedua sensor masih mengunakan spektrum elektromagnetik tampak (visible) dan infra merah Gambar 3.11 Citra SPOT HRV-XS saluran 123, daerah unggaran Semarang (kiri) dan Citra LANDSAT Jawa Tengah (kanan) merupakan citra multi spektral (Sumber: www.kimpraswil.go.id) dekat.

Resolusi spasial MSS sebesar 80 meter dan resolusi temporalnya 18 hari. Pada 1975 dan 1978 diluncurkan satelit sejenis. Satelit ERTS lebih banyak mengindra daratan (land) sehingga muncullah istilah Landsat 1, 2, dan 3 untuk menyebut 3 ERTS yang diluncurkan. Indonesia memanfaatkan data dari Landsat ini untuk berbagai penelitian dan inventarisasi yang dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL).

2) Satelit Generasi 2

Yaitu ditandai dengan peluncuran Landsat 4 (1982) dan Landsat 5 (1985) oleh NASA-USA dan SPOT 1 (1986) oleh Prancis. Landsat 4 dan 5 selain menggunakan sensor MSS ditambah lagi dengan sensor Thematic Mapper (TM). Landsat TM menggunakan 7 saluran spektral, yaitu gelombang elektromagnetik tampak, infra merah dekat, dan infra merah thermal (band 1, 2, 3, 4, 5, dan 7).

Resolusi spasialnya 30 meter. Khusus untuk saluran 6, resolusi spasialnya sebesar 120 meter dan menggunakan spektrum inframerah thermal.

Karena resolusi spasialnya semakin kecil (dari satu pixel 80 m menjadi satu pixel = 30 m), maka hasilnya semakin baik. Satelit SPOT-1 (System Pour Observation de la Terre) diluncurkan Prancis 1986 membawa sensor HRV 1 dan HRV 2 dengan menggunakan gelombang tampak dan infra merah dekat. Kedua sensor tersebut bekerja dengan dua mode, yaitu model Pankromatik (P) dan Multispektral (XS).

Model P menggunakan panjang gelombang tampak dengan resolusinya 10 meter sedangkan XS menggunakan tiga saluran XS-1 (spektrum hijau), XS-2 (merah), dan XS-3 (inframerah).

3) Satelit Generasi 3

Meliputi satelit sumber daya yang diluncurkan pada 1990- an memiliki kemajuan dalam resolusi spektralnya. Contoh satelit generasi ini, yaitu satelit ERS-1, JERS-1 dan Almaz-1. Kemajuannya telah menggunakan gelombang mikro atau sistem radar pada sensornya yang dapat menembus awan dan kabut. Satelit ERS-1 dan JERS-1 memiliki resolusi spasialnya 30 meter, sedangkan Almaz-1 sampai 5 meter.

Citra NonFoto untuk Informasi Geografi | medsis | 4.5