Ciri umum animalia

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Bila kita identifikasi, umumnya hewan memiliki karakter atau
menunjukkan ciri sebagai berikut.
1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler,
heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan,
hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam
tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan
organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh
dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen
terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang
bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan  aitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak
secara aktif.
4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan
tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.
Memang tidak mudah membuat definisi yang tepat untuk hewan.
Hal ini disebabkan karena adanya banyak variasi sifat-sifat dunia
hewan, selalu ada saja pengecualian dari sifat-sifat umum pada suatu
kelompok hewan tertentu.
Penggolongan Animalia
Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, animalia (dunia hewan)
digolongkan berdasarkan struktur tubuhnya. Ada empat ciri struktur
tubuh yang menggambarkan perkembangan dunia hewan secara
filogenetik , yaitu ada atau tidak adanya jaringan sejati, simetri tubuh
(radial,diploblastik atau bilateral triploblastik), ada atau tidak adanya
rongga tubuh (selom), dan tipe selom (selom dari kumpulan sel atau
selom dari pipa saluran pencernaan).
Berbagai Filum pada Animalia
Hewan memiliki habitat kehidupan hampir pada semua
lingkungan di bumi ini, ada yang hidup di lingkungan akuatik baik di
air tawar maupun di lautan. Sebagian lagi beradaptasi pada kehidupan di darat.

a.
Filum Porifera (Spons)
Diperkirakan terdapat ± 9000 spesies spons, sebagian besar
hidup di laut, hanya sekitar 100 spesies yang hidup di air tawar.
Spons berukuran 1-2 cm, tubuhnya sederhana, mirip suatu
kantung yang berpori atau berlubang (Porifera berarti mengandung
pori). Spons tidak memiliki saraf atau otot, tetapi masing-masing sel
dapat mengindera dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
Pada bagian dalam rongga tengah tubuhnya dilapisi oleh koanosit
berflagel. Koanosit ini berperan dalam pencernaan makanan. Gerakan
flagel akan membangkitkan arus aliran air, dengan demikian makanan
masuk dan koanosit memakannya secara fagositosis.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Filum Cnidaria
Hewan Cnidaria tubuhnya sederhana dan tidak memiliki
mesoderm, yaitu hydra, ubur-ubur, anemone laut dan karang.
Cnidaria juga disebut Coelenterata berasal dari kata Coelos yang
berarti rongga dan enteron yang berarti usus, sebab mempunyai
rongga gastrovaskuler untuk pencernaan makanan. Oskulum
berfungsi sebagai mulut dan anus sekaligus, memiliki saraf dan
otot sederhana. Mempunyai knidoblas yang mengandung
benang berduri berisi racun yang disebut nematosis (alat
penyengat). Alat penyengat ini terdapat di tentakel dan berfungsi
untuk melumpuhkan mangsanya.

Filum Platyhelminthes (cacing pipih)
Anggota Platyhelminthes ada yang memiliki ukuran
tubuhnya mikroskopis dan ada yang memiliki panjang tubuh
hingga lebih dari 20 cm, seperti cacing pita. Tubuh bilateral
simetris, pipih dorsoventral, dan triploblastik. Dibanding filum
Porifera dan Cnidaria, Platyhelminthes memiliki struktur tubuh
yang lebih kompleks.Otot pada dinding tubuh berkembang baik,
sistem saraf terdiri atas ganglion (simpul saraf) anterior yang
dihubungkan oleh tali saraf yang memanjang. Alat ekskresi
berupa sel api (flame cell).
Filum Nematoda (Cacing gilig)
Anggota filum Nematoda memiliki panjang tubuh antara 1 mm
hingga lebih dari 1 m. Tubuh silindris, tak bersegmen, dan bagian
ujungnya meruncing membentuk ujung yang halus ke arah posterior
sehingga menjadi suatu ujung buntu pada bagian kepala. Permukaan
tubuh dilapisi kutikula. Nematoda memiliki pencernaan sempurna,
tetapi tidak memiliki sistem sirkulasi. Nutrisi diangkut ke seluruh tubuh
melalui cairan tubuh dalam pseudoselom. Otot dapat memanjang
dan berkontraksi.
Cacing gilig atau nematoda yang hidup
bebas, berperan penting dalam pembusukan
dan daur ulang mineral. Namun banyak
Nematoda merupakan hama pertanian yang
menyerang akar tumbuhan.
Beberapa jenis Nematoda yang merugikan,
yaitu:
1) Ascaris lumbricoides, hidup sebagai
parasit pada usus halus manusia.
Larvanya masuk bersama–sama
makanan.
2) Necator americanus, parasit pada
manusia, larva masuk dengan cara
menembus kulit kaki.
3) Oxyuris vermicularis, cacing kremi,
larvanya masuk bersama makanan.
Cacing betina saat bertelur menuju anus.
4) Wucheria bancrofti dan Filaria brancrofti,
hidup parasit pada pembuluh limfa
manusia, menyebabkan penyakit Filariasis atau elephantiasis (kaki gajah),
vektornya nyamuk Culex
e . Filum Annelida
Annelida berasal dari kata annulus yang
berarti cincin-cincin kecil, gelang-gelang atau
ruas-ruas, dan oidus yang berarti bentuk.
Oleh sebab itu, Annelida juga dikenal sebagai
cacing gelang. Cacing tanah sebagai anggota
Annelida dapat digunakan untuk memberi
gambaran struktur umum dari filum ini. Tubuh
cacing tanah memiliki selom bersepta
(bersekat), tetapi saluran pencernaan,
pembuluh saraf dan tali saraf memanjang
menembus septa itu. Sistem pencernaan
terdiri atas: faring, esophagus, tembolok,
empedal, dan usus halus. Sistem sirkulasi
tertutup tersusun atas jaringan pembuluh
darah yang memiliki hemoglobin. Pembuluh
darah kecil pada permukaan tubuh cacing
tanah berfungsi sebagai organ pernapasan.
f . Filum Mollusca
Mollusca merupakan hewan bertubuh lunak yang dilindungi oleh
cangkang keras yang tersusun dari senyawa kalsium karbonat, kecuali
cumi-cumi dan gurita yang cangkangnya tereduksi. Tubuh Mollusca
terdiri atas tiga bagian.
1) Kaki berotot, yang digunakan untuk pergerakan.
2) Massa visceral, yang mengandung organ-organ internal
Filum Arthropoda
Secara umum tubuh Arthropoda
bersegmen dengan eksoskeleton yang keras
dari senyawa protein dan chitin. Memiliki
tungkai yang bersendi.Tubuh ditutupi oleh
kutikula. Organ sensoris berkembang dengan
baik, meliputi mata, reseptor pembau, dan
antena untuk peraba.
Arthtropoda memiliki sistem sirkulasi
terbuka, cairan tubuh yang disebut hemolimfa
didorong oleh suatu jantung, masuk ke ruang
sinus yang mengelilingi jaringan dan organ.
Terdapat organ khusus untuk pertukaran gas,
seperti spesies akuatik yang bernafas dengan
sejenis insang tipis dan berbulu. Pada Arthropoda terrestrial menggunakan trakea untuk
pertukaran gas.
Filum Echinodermata
Sebagian besar Echinodermata merupakan hewan yang bergerak lamban dengan
simetri tubuh radial. Bagian internal hewan ini
menjalar dari pusat menuju lengan-lengan
yang berjumlah lima. Kulit tipis menutupi
eksoskeleton keras yang terbuat dari zat
kapur. Sebagian besar Echinodermata
merupakan hewan berbulu kasar karena
adanya tonjolan kerangka dari duri yang
memiliki berbagai fungsi. Yang khas pada
filum ini adalah struktur pembuluh air (water
vascular system), yaitu suatu jaringan hidrolik
yang bercabang menjadi penjuluran, disebut
kaki tabung yang berfungsi untuk lokomosi
(pergerakan), makan dan pertukaran gas.

Ciri umum animalia | medsis | 4.5