Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Ciri Ciri Jamur – Peranan jamur atau fungi dalam kehidupan sangat luas. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan yaitu sebagai dekomposer. Sebagai dekomposer, jamur menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan antara produksi biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan-perombakan atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa organik ini, fungi memiliki peran yang menonjol di semua ekosistem utama. Jamur juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain. Dengan akar tumbuhan tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Mikro riza merupakan struktur yang berperan penting dalam suplai unsur hara.

Ciri Ciri Jamur – Kalian bisa membaca kembali bagian awal dari bab ini yang membicarakan cara jamur memperoleh makanan. Berdasarkan posisi jamur terhadap akar tumbuhan, dikenal adanya endomikoriza (bila hifa menembus korteks akar) dan ektomikoriza (bila hifa hanya menem bus epidermis akar). Perhatikan gambar 5.29. Kelompok jamur yang sering bersimbiosis dengan akar tumbuhan umumnya termasuk anggota Divisi Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina. Bentuk simbiosis lain dari jamur adalah lumut kerak. Lumut kerak merupakan organisme yang mampu hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim dan sangat sensitif terhadap pencemaran udara. Sehingga lumut kerak ini biasa digunakan sebagai bioindikator kualitas udara. Bersama dengan kelompok tumbuhan lain, seperti tumbuhan lumut (Bryophyta) dan anggrek, lumut kerak banyak menghiasi pepohonan mulai dari daerah dataran rendah sampai pegunungan yang tinggi sebagai epifi t. Tetapi bila terjadi pencemaran udara, jenis-jenis organisme epifi t tersebut, terutama lumut kerak dan tumbuhan lumut akan mati.

Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur  – Jamur juga berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat-obatan. Sebagai contoh, pada Divisi Zygomycotina, sedikitnya ada 2 jenis Rhizopus yang digunakan secara komersial dalam industri pil kontrasepsi dan anestesi, yaitu R. arrhizus dan R. nigricans. Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri alkohol dan untuk mengempukkan daging. Ada pula jenis lain yang mampu memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk memberi warna pada margarin.

Ciri Ciri Jamur – Beberapa jenis jamur ada yang dapat dikonsumsi seperti sayuran dan bahan obat. Perhatikan Gambar 5.30 dan 5.31. Penelitian ahli gizi menunjukkan bahwa secara umum jamur memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang lain. Sehingga, jamur merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat yang kekurangan gizi, seperti di negara-negara berkembang (Afrika dan Asia). Jamur juga mengandung bermacam-macam vitamin serta kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi. Sementara itu kandungan kalori dan kolesterolnya rendah, sehingga jamur sangat baik untuk diokonsumsi. Jenis-jenis jamur yang berperan penting telah banyak dibudidayakan. Diantara sekian banyak jenis jamur yang ada di daerah tropis dan subtropis, jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur yang paling terkenal, terutama oleh masyarakat Asia Tenggara.

Ciri Ciri Jamur – Jamur ini telah lama dibudidayakan sebagai bahan pangan karena memiliki rasa yang enak dan tekstur yang baik, sehingga banyak disukai orang. Jamur merang umumnya tumbuh pada medium yang merupakan sumber selulosa, misalnya pada tumpukan merang. Sehingga merang yang dahulu hanya dianggap sebagai limbah pada penggilingan padi, sekarang telah banyak dimanfaatkan untuk budidaya jenis jamur ini. Selain beberapa peran penting tersebut, fungi juga bisa dianggap merugikan. Mereka bisa menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar karena mampu membusukkan bahan makanan dan juga menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa jenis cendawan ada yang beracun, misalnya jenis-jenis anggota suku Amanitaceae. Beberapa jamur mikros kopis juga ada yang menghasilkan racun, misalnya afl atoksin yang dihasilkan oleh sejenis kapang. Selain itu, jamur juga dapat bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Nah, pada akhir bab ini kalian akan melakukan percobaan yang berkaitan dengan manfaat jamur di bidang fermentasi, yaitu fermentasi tempe. Jamur Rhizopus stolonifera merupakan salah satu jenis jamur yang berperan dalam fermentasi kedelai menjadi tempe.

Melakukan Uji Coba Fermentasi Bahan Makanan dengan Jamur

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

A. Dasar teori Tempe merupakan bahan makanan tradisional yang dibuat dengan menggunakan jamur. Prosesnya disebut fermentasi. Jamur yang berperan dalam pembuat tempe ini adalah Rhizopus stolonifera. Selama fermentasi terjadi perubahan-perubahan protein, karbohidrat, dan lipida. Perubahan-perubahan tersebut disesabkan oleh aktivitas jamur yang tumbuh pada kedelai. Hal ini dapat dilihat dengan kenaikan temperatur selama inkubasi, selanjutnya menurun perlahan-lahan sesuai dengan aktivitas pertumbuhan jamur tersebut. Selama fermentasi, protein dirombak menjadi asam-asam amino misalnya serin, lisin, alanin. Selain itu, juga terjadi kenaikan bahan padat yang dapat larut. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan selama fermentasi ialah aerasi, kelembaban, dan temperatur selama fermentasi. B. Tujuan Mempraktekkan uji coba fermentasi bahan makanan dengan jamur pada pembuatan tempe. C. Alat dan bahan 1. usar atau ragi tempe 2. kedelai 3. daun pisang 4. tampah atau nampan dari plastik. D. Langkah percobaan 1. Bagilah kelasmu menjadi beberapa kelompok kerja. Masing-masing kelompok melakukan langkah-langkah berikut. 2. Rebuslah kacang kedelai sampai mendidih 3. Kemudian buanglah kulitnya dan dicuci. 4. Kukus kembali kedelai tersebut. Kemudian tiriskan dengan tampah. 5. Setelah dingin dan kering, campurkan usar pada kedelai tersebut. 6. Bungkuslah dengan daun pisang atau plastik, diamkan beberapa hari. 7. Amati setiap hari dan tuliskan hasilnya dalam tabel. 8. Bandingkan hasil percobaan kalian dengan kelompok lain.

E. Pembahasan 1. Berdasarkan pengamatan kalian, kapan hifa-hifa jamur mulai tumbuh? Apa warnanya? 2. Apa yang terjadi bila tempe itu dibiarkan beberapa hari lebih lama? Mengapa demikian? 3. Bandingkan hasil pengamatan kelompok kalian dengan kelompok lain. 4. Adakah di antara kelompok kalian yang tidak menemukan hifa? Apa yang terjadi? 5. Buatlah laporan dan kumpulkan pada guru kalian sebagai tugas.

Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Jamur memiliki peranan yang sangat luas dalam kehidupan. Jelaskan. 2. Mengapa beberapa jenis jamur banyak dikonsumsi manusia? Sebutkan jenis-jenis jamur tersebut. 3. Mengapa jenis-jenis jamur tertentu bisa dimanfaatkan untuk mengolah bahan makan an, misalnya mengolah kedelai menjadi tempe atau untuk meningkatkan aroma keju? Jelaskan. 4. Sebutkan 2 jenis jamur yang menimbulkan penyakit pada manusia beserta nama penyakitnya. 5. Sebutkan 2 jenis jamur yang merupakan parasit pada tumbuhan.

Ikhtisar

1. Fungi atau jamur dapat didefinisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniseluler atau multiseluler, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofil, memperoleh nutrisi dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual. 2. Jamur memiliki sifat-sifat umum, yaitu hidup di tempat-tempat lembab, bersifat heterotrof, dan memiliki kemampuan hidup cukup tinggi. 3. Tubuh jamur bisa uniseluler maupun multiseluler, bersifat eukariotik, bentuknya tubuhnya bervariasi, dan tersusun atas hifa berkumpul membentuk miselium atau pada beberapa jenis mengalami modifikasi, membentuk haustoria, maupun badan buah. 4. Cara hidup jamur bervariasi, ada yang soliter dan ada yang berkelompok. 5. Jamur memperoleh makanan dengan cara hidup sebagai saprofit, parasit, dan simbiosis. 6. Jamur berreproduksi secara seksual dengan menyatukan 2 hifa yang berbeda, dan secara aseksual jamur bereproduksi dengan membentuk spora aseksual, fragmentasi, dan pembentukan tunas 7. Kingdom Fungi dikelompokkan menjadi 4 divisi yaitu Divisi Zygomycotina, Divisi Ascomycotina, Divisi Basidiomycotina, dan Divisi Deuteromycotina. 8. Zygomycotina mempunyai ciri antara lain: habitatnya mayoritas di darat, hidup sebagai saprofit, bersel banyak (multiseluler), menghasilkan spora berflagela, reproduksi secara seksual dan aseksual. 9. Ascomycotina mempunyai ciri antara lain: memiliki askus, tubuh uniseluler atau multiseluler, hidup sebagai saprofit atau parasit, berreproduksi secara seksual dengan askus dan secara aseksual dengan membentuk tunas. 10. Basidiomycotina mempunyai ciri antara lain: tubuh makroskopik, miselium bersekat, memiliki tubuh bulat (basidiokarp), hidup bersifat saprofit dan parasit, reproduksi seksual lebih dominan, sedangkan aseksual jarang terjadi. 11. Deuteromycotina mempunyai ciri antara lain: hifa bersekat-sekat, tubuh makroskopik, hidup sebagai saprofit dan parasit,berreproduksi secara aseksual. 12. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan, sebagai dekomposer, bersimbiosis dengan organisme lain, sumber makanan, berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obatobatan, serta menjadi penyebab penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Seranai Kata

Antibiotik Senyawa yang memiliki kemapuan untuk menghambat pertumbuhan organisme lain penyebab penyakit Bioindikator Organisme yang memiliki sensitifitas terhadap perubahan lingkungan sehingga bisa digunakan sebagai tanda terjadinya perubahan tersebut Enzim Zat yang dibentuk oleh kelenjar berguna untuk melanjutkan proses-proses dalam tubuh Ekosistem Sistem yang mencakup interaksi-interaksi antar organisme dan antara organisme dengan faktor lingkungan Flagella Struktur mirip benang-benang halus yang keluar dari organisme uniseluler yang motil atau selsel motil yang dihasilkan oleh organisme multiseluler, fungsi utamanya pada lokomosi Fermentasi Respirasi yang disertai pindahnya hidrogen dari glukosa selama glikolisis diubah kembali ke asam piruvat, menghasilkan substansi seperti etil alcohol atau asam laktat Kanker Penyakit mematikan yang disebabkan oleh proliferasi sel (pembelahan sel-sel yang begitu cepat dan tidak terkendali) Meiosis Pembelahan sel diploid yang menghasilkan 4 sel anakan yang haploid Mitosis Pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom sama dengan sel induknya Mutasi Perubahan pada gen atau kromosom dan bersifat menurun Nutrisi Proses distribusi nutrien (zat makanan) di dalam tubuh Selulosa Polisakarida yang dihasilkan oleh sitoplasma sel tanaman dan yang membentuk dinding sel Senyawa organik Senyawa yang berasal dari sisasisa makhluk hidup Simbiosis Hubungan antara jamur dengan organisme lain Simbiosis mutualisme Hubungan yang saling menguntungkan Stolon Hifa yang menghubungkan dua kumpulan sporangiofora Substrat Dasar makanan.

 

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan | medsis | 4.5