Menganalisis Keterkaitan Unsur Intrinsik Cerpen Kehidupan Sehari – Hari

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menganalisis Keterkaitan Unsur Intrinsik Cerpen Kehidupan Sehari – Hari

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari – Tahukah Anda bahwa untuk membuat sebuah cerita haruslah mengikuti kaidah yang telah ditentukan? Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar mengenai unsur-unsur sebuah karya sastra yang meliputi unsur intristik dan unsur ekstrinsik. Selain itu, Anda akan belajar menuliskan pengalaman menarik ke dalam sebuah cerita. Anda juga akan belajar mengaitkan unsur Intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari. Kemudian Anda akan belajar menulis puisi lama.

Cerpen Kehidupan Sehari - Hari

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari

Mendengarkan Cerita 

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari  – Pada pembelajaran sebelumnya Anda telah berlatih mendengarkan informasi dari siaran televisi dan informasi yang dibacakan teman. Tentu Anda sudah banyak mendapatkan pengetahuan dari berbagai informasi yang Anda peroleh. Anda juga dapat memperoleh informasi dengan mendengarkan cerita yang dibacakan teman atau melalui radio dan televisi. Dalam setiap kegiatan mendengarkan, selalu saja terdapat manfaat positif yang bisa Anda ambil, bukan? Sekarang, dengarkanlah sebuah kutipan cerita pendek berikut dengan saksama..

Pahlawan Kecil 

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari  – Iwan dan teman-temannya, Herman, Nuri, dan Totok asyik berkecimpung di bendungan air dekat palang kereta api. Mereka bersembursemburan dan menyelam-nyelam sampai merah matanya. Ketika lonceng berdentang, tanda sebentar lagi kereta akan lewat, bunyinya hanya didengar sepintas lalu oleh keempat anak itu. Tidak demikian sikap Pak Sarpan, penjaga palang jalan itu. Jika lonceng itu berbunyi, orang yang sudah tua itu akan segera keluar dari gardunya untuk menghentikan arus kendaraan umum yang melintasi jalan rel. Hal itu sudah dikerjakannya bertahun-tahun. Setiap hari, dengan jarak waktu dan urutan yang tetap, sepuluh sampai dua belas kali ia bolak-balik mengatur lalu lintas.

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari  – Tetapi pada hari itu setelah beberapa lama lonceng itu berbunyi, Pak Sarpan tidak munculmuncul juga. Padahal kereta api yang akan lewat sudah kedengaran derunya dari kejauhan. Anak-anak yang tengah bermain-main tiba-tiba tertegun melihat kejanggalan itu “Kenapa, Pak Sarpan belum juga menutup palang kereta api,” tanya Iwan. “Barangkali dia tertidur,” jawab Herman. “Tidak mungkin,” sahut Nuri. “Pak Sarpan tidak pernah tertidur saat menjalankan tugasnya,”.

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari

“Padahal kereta api sudah dekat,” kata Totok pula. “Kereta api yang makin lama makin mendekat itu kereta api ekspres. Lalu lintas di jalan raya yang memotong rel kereta api itu ramai sekali waktu itu.” “Kalau begitu, kita harus berusaha mencegah terjadinya malapetaka,” kata Herman. Ia pun terburu-buru keluar dari dalam air sambil menyambar celananya dan bajunya. Dikenakannya pakaiannya lalu berlari cepat-cepat ke arah palang kereta api itu. Teman-temannya segera menyusulnya dan dengan lambaian tangannya mereka mengisyaratkan niatnya hendak menutup jalan bagi kendaraan yang akan lewat. Tanpa menghiraukan bunyi klakson yang bersahutsahutan, keempat anak itu menutup palang jalan. Tindakan anak-anak itu memyebabkan kemarahan pengemudi kendaraan yang merasa dipermainkan. Beberapa pengemudi Truk bahkan menyumpahi anak-anak itu.

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari  – Ada juga penumpang yang turun karena ingin tahu lebih banyak. Sebelum keributan itu reda, terdengarlah gemuruh dan kereta api ekspress lewat dengan cepatnya. Barulah orang-orang sadar bahwa mereka nyaris mati tergilas. Berapa banyak korban yang mungkin jatuh andaikata anak-anak itu tidak cepat-cepat menutup palang kereta api itu. Setelah jalannya dibuka kembali, anak-anak itu bergegas lari ke gardu Pak Sarpan, karena ingin tahu apa yang terjadi dengan penjaga palang yang sudah berumur itu. Alangkah kagetnya mereka ketika mendapati Pak Sarpan terkapar lemas di lantai.

Cerpen Kehidupan Sehari – Hari  – Ia terdengar merintih kesakitan. “Cepat panggil dokter,” kata Iwan kepada temannya. “Jangan, jangan. Tidak usah panggil dokter,” bantah Pak Sarpan. “Aku hanya masuk angin.” Panggil saja Pak Bayan supaya menggantikan aku di sini,” “Masakan hanya masuk angin.” Badan Pak Sarpan kelihatan lemas. Tadi hampir saja terjadi kecelakaan karena palang jalan yang tidak tertutup. Untung kami tidak terlambat.” “Jadi kalian yang menutup palang itu?” “Ya, dan sekarang Pak Sarpan harus mendapat pertolongan dokter,” kata Totok. “Memang aku tahu bahwa kereta api akan lewat, tetapi ketika lonceng berbunyi, dan aku hendak menutup jalan, aku tak kuat bangun,” katanya dengan tersendat-sendat. “Aku..aku..tidak mampu membayar ongkos dokter. Makanya, tidak usah saja.” “Coba, saya panggil paman saya saja, dia mantri jururawat di rumah sakit,” kata Herman. Ia lalu berlari keluar mencari sepeda pada seorang tetangganya untuk menjemput pamannya itu. Sementara itu anak-anak yang tinggal mencoba menolong Pak Sarpan sedapatdapatnya. Nuri mencari minyak kayu putih ke rumah terdekat.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Totok menopang badan Pak Sarpan yang tidak kuat duduk, sedang Iwan memijit-mijit tengkuk orang tua itu. Tidak lama kemudian Herman datang membonceng sepeda bersama Pak Darman, pamannya, sambil menjepit tas dengan alat kesehatan. Pak Darman langsung memeriksa Pak Sarpan secara seksama. Dahinya berkerut-kerut melihat si sakit itu. Anak-anak dengan hati cemas menantikan hasil pemeriksaannya. Dalam batin mereka berdoa agar Pak Sarpan dapat tertolong. “Untung saja kalian cepat-cepat memanggil aku. Kalau tidak bagaimana jadinya? Pak Sarpan sakit parah. Rupa-rupanya sudah lama ditahannya saja sampai pada puncak penderitaannya,”. Kata Pak Darman setelah memeriksa Pak Sarpan. Kemudian anak-anak itu pun menerima pesan dari Pak Darman tentang apa yang harus dilakukan oleh mereka, sementara ia mencari pertolongan. “Kalian tinggal di sini saja dulu. Aku akan memanggil mobil ambulan ke rumah sakit. Pak Sarpan harus dirawat di rumah sakit,” katanya. “Herman turut dengan mobil kami nanti untuk melapor kejadiannya ini kepada kepala stasiun” . Setelah Pak Sarpan dibawa ke rumah sakit, Totok dan Iwan tinggal di gardu, sedangkan Nuri pergi menjemput Pak Bayan yang harus mengantikan tugas Pak Sarpan sebagai penjaga palang jalan. Hari itu tak akan mudah dilupakan keempat anak itu, tidak sadar bahwa mereka patut disebut pahlawan. Dikutip dari Cerpen karya Trim Sutidja

Nah, cerita yang telah Anda dengarkan memiliki unsur-unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik terdiri atas tema cerita, suasana cerita, tokoh dan penokohan (karakter), alur (peristiwa cerita), latar cerita (setting), sudut pandang (point of view), gaya (bahasa) pengarang, dan amanat. Tema adalah ide sebuah cerita, bagian inti, pokok dasar, atau fokus yang menjiwai sebuah cerita. Keberadaan tema memiliki posisi penting dalam sebuah cerita. Di sisi pengarang, tema merupakan tujuan utama yang hendak disampaikan kepada pembaca. Tema cerita pendek “Pahlawan Kecil” sesuai dengan judulnya bertema kepahlawanan. Cerita pendek di atas mengisahkan sikap kepahlawanan beberapa anak yang telah berjasa terhadap masyarakat. Beberapa anak tersebut menggantikan tugas Pak Sarpan, penjaga palang jalan di perlintasan kereta api menutup palang perlintasan ketika kereta api lewat dan menolong Pak Sarpan yang sedang sakit dengan membawanya ke rumah sakit. Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Para tokoh itu berperan sesuai dengan karakternya masing-masing.

Menceritakan Pengalaman Menarik

Ketika Anda menyaksikan siaran televisi, tentu ada salah satu acara yang menurut Anda menarik. Bahkan, acara televisi tersebut dijadikan olehmu sebagai acara favorit. Dengan begitu, Anda pun tidak pernah melewatkan acara tersebut. Nah, saat menyaksikan acara televisi tersebut, apakah Anda memiliki pengalaman menarik dari setiap episode yang ditayangkan? Jika ada, ceritakanlah di hadapan teman atau guru Anda.

Sekarang, Anda akan menceritakan pengalaman menarik Anda dalam pelajaran ini. Seperti yang Anda ketahui, dalam kehidupan sehari-hari tentunya banyak pengalaman yang Anda alami seperti cerita yang menyenang kan telah Anda baca tadi. Selain pengalaman yang me nyenang kan, ada pula pengalaman yang mengesalkan, meng gem bira kan, menakut kan, menyedihkan, membingung kan, atau meng harukan. Di antara pengalamanpengalaman itu, tentu ada satu pengalaman yang paling berkesan sehingga Anda sulit melupakannya. Bahkan, sampai kapan pun Anda akan selalu teringat pada penga laman itu. Misalnya, pengalaman saat mengikuti lomba baca puisi, pengalaman berteman dengan orang asing, dan sebagainya.

Menganalisis Keterkaitan Unsur Intrinsik Cerpen dengan Kehidupan

Pada pelajaran 2 Sub B yang lalu, Anda telah mengenal dan mendiskusikan cerpen. Pembahasan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah cerpen yang sudah Anda pahami dapat dijadikan bahan untuk menganalisis keterkaitan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari. Cerpen adalah cerita yang relatif singkat karena kemungkinan cerita itu dapat selesai dibaca dalam sekali duduk atau satu kali pembacaan. Cerpen merupakan cerita yang disusun secara cermat dan hemat serta terfokus pada satu pokok masalah dalam kehidupan tokoh utamanya. Gagasan sebuah cerpen dapat diambil dari kehidupan seharihari. Gagasan-gagasan itu dapat ditulis ke dalam sebuah cerpen melalui pengembangan unsur-unsur intrinsik berupa tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, dan sebagainya. Oleh karena itu, setiap unsur intrinsik dalam sebuah cerpen akan memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Menulis Puisi Lama

Pantun termasuk puisi lama. Pantun adalah puisi asli Indonesia. Hampir di semua daerah di Indonesia terdapat tradisi berpantun. Pantun untuk suasana tertentu, seperti halnya juga karya seni lainnya hanya tepat untuk suasana tertentu pula. Dalam upacara perkawinan banyak digunakn pantun untuk sambutan; penggunaan pantun di sini menimbulkan suasana akrab. Gadis dan jejakan yang berkenalan, bercintaan, atau menyatakan kasihnya juga dapat menggunakan pantun karena ungkapan secara langsung dipandang kurang tepat. Ungkapan langsung dalam pantun diberi antara oleh sampiran sehingga penerima ungkapan itu tidak merasa terkejut. Tanggapan orang yang diajak bicara pun jika bersifat kasar juga tidak begitu menyakitkan hati karena tanggapan itu diperantarai oleh sampiran.

 

Menganalisis Keterkaitan Unsur Intrinsik Cerpen Kehidupan Sehari – Hari | medsis | 4.5