Cara Untuk Mendiskusikan Masalah

Cara Untuk Mendiskusikan Masalah

Cara Untuk Mendiskusikan – Seberapa seringkah Anda mengikuti berita seputar kehidupan? Rajinkah Anda menyimak informasi mengenai kesehatan, kemasyarakatan, dan lain-lain. Tahukah Anda, berdasarkan penelitian, kegiatan membaca dan menulis adalah salah satu pekerjaan yang menyehatkan. Dengan demikian, hidup Anda akan menjadi lebih baik. Anda pun dapat menjalani aktivitas dengan pikiran yang jernih dan sehat. Jika pikiran sehat, Anda dapat berpikir secara kritis. Setiap informasi mengandung pokok-pokok permasalahan. Pokok permasalahan tersebut dapat didiskusikan. Diskusi merupakan kegiatan yang dapat merangsang daya kritis. Anda dapat memberikan tanggapan, baik secara lisan maupun secara tertulis. Salah satu bentuknya ialah paragraf ekspositoris. Kemudian, dalam bidang sastra, berbagai informasi tersaji dalam tulisan karya sastra. Misalnya, puisi, cerpen, atau novel. Untuk memahami isinya, Anda perlu melakukan identifikasi. Dengan begitu, Anda dapat memaknai berbagai gagasan yang hendak diinformasikan oleh pengarangnya. Hasil identifikasi Anda pun dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan sebagai bentuk tanggapan kritis.

Cara Untuk Mendiskusikan

Cara Untuk Mendiskusikan

Cara Untuk Mendiskusikan Masalah

Mendiskusikan Masalah

Cara Untuk Mendiskusikan – Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih mendiskusikan suatu permasalahan. Latihan tersebut bermanfaat untuk mengasah daya nalar dan kemampuan berargumen Anda. Dengan demikian, Anda diharapkan dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.

Cara Untuk Mendiskusikan

Setiap masalah yang ada di sekitar kita akan menimbulkan beragam tanggapan. Hal ini tentunya bergantung pada respons setiap orang. Misalnya, jika di kelas Anda ada permasalahan, Anda dan temanteman biasanya mendiskusikan dan mencari jalan keluar atas berbagai permasalahan tersebut. Kegiatan mendiskusikan permasalahan tersebut berhubungan dengan cara pengungkapan pikiran, perasaan, dan informasi. Dengan demikian, akan ada timbal balik pembicaraan yang berlangsung secara dua arah. Begitu pula dengan permasalahan yang termuat dalam teks bacaan. Misalkan, Anda pernah membaca artikel kesehatan yang memuat wabah demam berdarah di sekitar Anda. Dalam pikiran Anda mungkin muncul suatu kekhawatiran jika demam berdarah tersebut menyerang Anda atau teman sekelas Anda. Anda kemudian dapat mengajukan pertanyaan: Mengapa demam berdarah bisa mewabah? Hal-hal apa sajakah yang perlu dilakukan untuk menanggulanginya? Apakah upaya yang perlu dilakukan oleh pihak berwenang atau pemerintah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memenuhi pikiran sehingga Anda ingin menemukan jawabannya. Sekarang, bacalah bacaan berikut dengan baik.

Cara Untuk Mendiskusikan

Menghadapi Rasa Marah

Kemarahan adalah suatu bentuk emosi yang sulit dihadapi karena beberapa alasan. Anda mungkin tumbuh dalam suatu keluarga di mana kemarahan diekspresikan dalam cara yang menyakitkan, agresif, atau kasar. Anda mungkin juga diajarkan bahwa ekspresi kemarahan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dan Anda belajar untuk menekan atau menyembunyikannya.

Banyak di antara kita merasa marah, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kemarahan tersebut. Anda mungkin malah berpura-pura segala sesuatu baik-baik saja sementara di dalam diri Anda merasa penuh dengan amarah. Anda mengekspresikan kemarahan dengan meluapkannya keluar, menjerit, atau menyakiti mereka yang dekat dengan Anda.

Marah adalah suatu emosi manusia yang normal. Kita pernah merasa marah dalam situasi tertentu, misalnya ketika kita terjebak dalam suatu kemacetan, jika orangtua mengkritik kita, atau ketika orang lain memperlakukan kita secara tidak hormat. Bagi sebagian besar orang, marah adalah suatu emosi perlindungan diri yang bertindak sebagai suatu bendera merah yang memperingatkan kita bahwa sesuatu sedang terjadi pada kita. Marah juga adalah emosi yang berguna bagi kita untuk bertanggung jawab, membuat perubahan, atau melindungi diri dalam suatu situasi. Sumber: www. kotacantik.info.com

Cara Untuk Mendiskusikan – Cermatilah, permasalahan apa saja yang menurut Anda dapat didiskusikan. Apakah Anda sudah menemukan permasalahan yang terdapat dalam teks tersebut? Mungkin Anda berpendapat hal-hal berikut terhadap isi permasalahan dalam teks tersebut.

1. Kemarahan dapat timbul pada sebagian orang tanpa terkendali. 2. Kadang, kita tidak dapat menyadari penyebab kemarahan itu muncul. 3. Kemarahan lebih banyak merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal-hal tersebut dapat Anda diskusikan dengan teman-teman. Selanjutnya, Anda pun dapat mengajukan beberapa kiat agar kemarahan itu dapat dikendalikan dan membuat kita sehat. Berikut ini adalah beberapa pernyataan yang dapat Anda kemukakan tentang cara sehat menghadapi marah. 1. Jangan mengesampingan rasa marah. Ambil tindakan untuk segera memperbaiki situasi ketika Anda merasa terganggu sehingga perasaan marah tidak membubung. Misalnya, bicaralah pada teman jika Anda merasa tidak senang dengan sikapnya. 2. Jangan melepaskan kemarahan. Anda mungkin merasa lebih baik, tetapi orang yang terkena marah, akan merasa tidak nyaman. Cari cara lain untuk melepaskan kemarahan, seperti menulis dalam suatu jurnal, atau menulis surat berisikan kemarahan untuk mencapai perasaan bebas. 3. Bersikaplah proaktif. Jangan harap orang lain membaca pikiran Anda atau mengetahui apa yang Anda inginkan. Bicaralah pada diri sendiri. Belajar jujur pada diri sendiri dan orang lain tentang apa yang Anda inginkan dan butuhkan pada suatu dasar keseharian. 4. Gunakan energi kemarahan untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Ini akan sangat baik terutama di tempat belajar. Pikirkan dengan hati-hati sebelum Anda mengekspresikan kemarahan pada teman. Anda pun dapat berolah raga agar pikiran menjadi segar. 5. Sisihkan waktu beberapa saat untuk menulis dan memikirkan tentang perasaan orang lain yang mungkin menjadi sasaran kemarahan Anda. Kadang-kadang, kita mengekspresikan kemarahan ketika kita merasa sakit hati dan tidak puas. Cobalah untuk menyelami dan mengekspresikan perasaan lebih dalam.

Saat Anda membaca artikel atau buku, mungkin Anda menemukan kata-kata yang dianggap sulit. Tidak jarang, hal tersebut menghambat Anda dalam memahami suatu bacaan. Hal yang harus Anda lakukan adalah mendaftar kata-kata sulit dalam bacaan. Misalnya, dalam artikel “Menghadapai Rasa Marah” terdapat kata-kata sulit berikut: 1. emosi 2. ekspresi 3. agresif 4. normal 5. situasi Setelah Anda mendaftar kata-kata sulit tersebut, carilah artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1. Emosi: a. luapan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat b. keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (gembira, sedih, haru, cinta); keberanian yang bersifat subjektif c. marah 2. Ekspresi: a. pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dan sebagainya) b. pandangan air muka yang memperlihatkan perasaan seseorang 3. Agresif: a. bersifat atau bernafsu menyerang b. cenderung (ingin) menyerang sesuatu yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan, menghalangi, atau menghambat 4. Normal: a. menurut aturan atau menurut pola yang umum; sesuai dan tidak menyimpang dari suatu norma atau kaidah b. bebas dari gangguan jiwa 5. Situasi: a. kedudukan (letak sesuatu, tempat, dan sebagainya) b. keadaan

Menurunkan Berat Badan dengan Efektif

Cara Untuk Mendiskusikan – Naiknya bobot badan sering kali bukan fakta yang menggembirakan. Apalagi bagi mereka yang selalu mengutamakan penampilan menarik. Cindy Crawford, misalnya. Wanita model kaliber dunia terkenal ini menyatakan untuk mempertahankan bobot badan ideal, agar tetap tampak semampai, ia rajin melakukan olahraga loncat tali. Memang, ada banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media massa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Selain itu, ada ada juga yang menawarkan metode tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dan sebagainya. Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung mana cara yang paling efektif. Menurut dr. Sadoso Sumosardjuno, D.S.O.R, pakar kesehatan olahraga, menurunkan bobot badan secara sehat, yang terbaik dengan mengatur makan disertai olahraga. Hal lainnya disarankan agar olahraga itu berupa kombinasi latihan beban dan aerobik. Turunnya berat badan pascadiet tentu saja harus diikuti dengan kondisi tubuh yang sehat sekaligus bugar. Oleh karena itu, diet yang sehat untuk melangsingkan tubuh, menurut Sadoso, tidak boleh terlalu ketat. Untuk wanita jangan di bawah 1.200 kalori dan pria tidak di bawah 1.500 kalori. Dr. Leane, M.Sc., ahli gizi dari Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, menawarkan cara mudah dan praktis untuk itu. Hal tersebut antara lain dengan menghilangkan kebiasaan ngemil, terutama  camilan bertepung dan bergula tinggi. Selain itu, lakukan membiasakan diri makan setiap tiga jam sekali, tetapi dijaga keseimbangan input dan outputnya (porsi makanan yang dikonsumsi seimbang dengan porsi kegiatan yang dilakukan). Cara lain yaitu membatasi makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi, kentang, singkong, ubi, serta makanan dari terigu. Namun, tidak berarti dihentikan sama sekali karena tubuh memerlukan energi dari karbohidrat untuk metabolisme alias pemecahan zat-zat makanan.

Upaya mengurangi makan makanan sumber protein, seperti ikan, tahu, tempe, atau dagingdagingan pun tidak perlu terlalu ketat. Dengan membatasi asupan karbohidrat, protein dan lemak tidak mudah dipecah karena energi pemecahnya kurang sehingga tidak banyak yang tertumpuk dalam tubuh. Buah-buahan yang tidak mengandung banyak karbohidrat tetapi banyak air–semacam pepaya, belimbing, semangka, jambu, dan apel–sangat dianjurkan. Namun, kurangi konsumsi buah manis seperti pisang, melon, sawo, anggur, dan mangga karena banyak mengandung fruktosa yang akan menjadi glukosa dalam darah. “Penurunan bobot badan jangan terlalu cepat,” ujar kedua dokter tersebut. Kalau sampai bobot turun 5 kg dalam tiga hari, misalnya, penurunan bobot tampak cepat berhasil, tetapi bobot akan cepat naik lagi. Naiknya malah lebih cepat dan turunnya semakin lambat. Ini yang dinamakan “sindrom yoyo”, kurus dan gemuk saling bergantian sehingga tekanan darah pun akan cepat naik, yang tentu berdampak negatif buat jantung. Untuk orang dewasa bobot badan dibedakan atas bobot badan normal (BBN) dan bobot badan ideal (BBI). BBN pria dan wanita setelah 35 tahun adalah tinggi badan (sentimeter) dikurangi 100. Adapun BBI diperoleh dengan mengurangi BBN sebesar 10%-nya.

Awas Obat Sembarangan! Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tidak heran jika banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak. Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tetapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Selain itu, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu, misalnya betis yang besar. Hal ini disebabkan pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar. Hal lainnya juga karena rayuan iklan obat atau ramuan pelangsing. Obat atau ramuan itu umumnya bersifat diuretik yang membuat peminumnya sering buang air kecil. Jadi, turunnya berat badan lebih disebabkan oleh berkurangnya cairan dalam tubuh lewat urine sehingga ukuran sel-sel tubuh mengecil. Jika ini berlanjut, tubuh akan kekurangan air (dehidrasi) atau fungsi ginjal terganggu. Oleh karena itu, menurut para pakar kesehatan, kita harus berhati-hati dengan obat semacam itu. Leane menambahkan, obat diuretik tidak digunakan untuk anak-anak dan remaja. Lain halnya dengan obat pelangsing laksans. Obat yang bisa menyebabkan dehidrasi ini membuat makanan yang masuk tidak sempat diserap tubuh tetapi langsung dibuang. Obat antigemuk kombinasi antara fenfluramine dan phentermine pernah beredar, tetapi kemudian dilarang karena beberapa wanita gemuk yang menggunakannya terkena gangguan serius pada klep jantungnya. Sumber: Intisari, Desember 2006

 

Cara Untuk Mendiskusikan Masalah | medsis | 4.5