Cara Penyajian Musik Yang Baik

Cara Penyajian Musik Yang Baik

Cara Penyajian Musik Yang Baik

Cara Penyajian Musik Yang Baik

Setelah berlatih menggubah salah satu lagu, sekarang aransemen tersebut dapat dilatih untuk dipentaskan. Pementasan musik memerlukan persiapan. Salah satunya adalah latihan. Keberhasilan penyajian karya musik sebagian besar ditentukan oleh persiapan yang dilakukan. Kita akan mendalami hal ini.

1. Latihan Musik

Barangkali kamu pernah menyaksikan pertunjukan musik yang sangat baik. Pembawaan musiknya sangat baik. Penampilan pemusiknya juga sangat menarik. Semuanya sempurna. Penyajian musik yang demikian dapat terjadi karena persiapan yang baik. Persipan itu menyangkut latihan musik. Latihan adalah salah satu hal yang mendasar untuk penyajian musik yang baik. Oleh karena itu, sebelum berlatih musik, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan latihan musik. Tujuan latihan musik adalah penguasaan materi yang akan dipentaskan. Tujuan itu dapat tercapai apabila latihan yang dilakukan berlangsung dengan baik. Latihan yang baik tercapai bila dilaksanakan secara efektif. Efektif berarti melakukan latihan atau cara berlatih dengan benar (do the right thing) bukan hanya melakukan sesuatu dengan benar (do the thing right). Misalnya, untuk berlatih menyanyikan sebuah lagu tidak langsung menyanyikan lagu tersebut tetapi perlu melakukan pemanasan (warming up) terlebih dahulu. Kemudian, melatih bagian-bagian yang dianggap sulit baru menyanyikan secara keseluruhan. Selama latihan berlangsung, waktu yang tersedia perlu juga dimanfaatkan secara efisien. Berlatih musik perlu persiapan. Pada latihan bersama, misalnya latihan paduan suara, band, atau orkestra, persiapannya lebih kompleks bila dibandingkan dengan latihan individu. Karena latihan bersama melibatkan banyak orang, maka menyatukan semuanya dalam satu tujuan memerlukan persiapan. Adapun hal-hal pokok yang perlu dipersiapkan sebelum latihan adalah:

a. Jadwal latihan.

b. Materi latihan.

c. Peralatan yang diperlukan.

Jadwal latihan termasuk tempat latihan ditentukan sebelum latihan dimulai. Semua pemusik perlu dipastikan bahwa telah mengetahui dan menyetujui jadwal latihan. Sebelum latihan yang terjadwal dimulai, tempat latihan sebaiknya disiapkan agar latihan dapat berjalan dengan lancar. Materi latihan dijadwalkan juga terutama bila karya musik yang akan dipentaskan banyak jumlahnya. Materi latihan yang menggunakan partitur (music score) dibagikan kepada pemusik sebelum jadwal latihan dimulai agar pemusik dapat berlatih secara individu terlebih dahulu. Peralatan yang diperlukan pada latihan dapat berupa peralatan musik maupun peralatan pendukung. Peralatan musik yang disiapkan oleh pemusik adalah alat musik pribadi termasuk alat tulis (pensil) guna mencatat hal-hal yang diperlukan selama latihan. Peralatan musik yang besar, umpamanya piano atau timpani disiapkan di tempat latihan. Peralatan pendukung lainnya, seperti standar partitur (music stand) atau sound system disiapkan juga sebelum latihan. Setelah hal-hal pokok di atas dipersiapkan, selanjutnya adalah pelaksanaan latihan. Pada tahap inilah materi musik dilatih. Proses latihan diupayakan agar dapat berlangsung dengan baik. Untuk itu, kehadiran seluruh pemusik setiap latihan berlangsung dengan tepat waktu akan membantu tercapainya latihan yang efektif. Tentang ketepatan waktu ini sebaiknya dipahami bukan seperti pemahaman pada umumnya. Hadir tepat pada waktu latihan musik maksudnya datang lebih awal. Sebelum latihan bersama, setiap pemusik perlu mempersiapkan peralatannya juga latihan pemasan. Kegiatan itu tentu memerlukan waktu. Apabila hal itu dilakukan pada jadwal latihan bersama, maka akan mengurangi waktu latihan bersama. Ungkapan yang sering dikatakan tentang ketepatan waktu latihan adalah sebagai berikut.

DATANG AWAL BERARTI TEPAT WAKTU DATANG TEPAT WAKTU BERARTI TERLAMBAT 

Proses latihan dapat dimulai dengan melatih suatu karya musik secara bersama-sama. Tahap awal latihan ini difokuskan pada pengenalan akan nada-nada suatu karya musik dan mungkin belum dalam tempo yang sebenarnya. Kemudian diulangi lagi tetapi sudah pada tempo yang sebenarnya tetapi belum menyertakan interpretasi yang benar. Tahap akhir adalah mencoba memainkannya pada tempo dan ekspresi yang diharapkan.

Adakalanya latihan suatu karya musik tidak berjalan lancar karena pemain tidak dapat membawakannya secara benar. Untuk mengatasi hal ini diperlukan latihan seksional, yaitu latihan khusus untuk sejenis/sekelompok alat musik. Paduan suara, umpamanya, latihan seksional dilakukan oleh sopran saja bila sopran yang mengalami kendala, sementara yang lain istirahat. Hal yang sama dapat dilakukan seksi gesek atau tiup pada orkes bila seksi tersebut yang kesulitan memainkan bagian tertentu.

Kadang melalui latihan seksional masih ada salah satu pemain yang benar-benar merasa kesulitan. Oleh karena sifatnya individual, maka latihan secara perorangan perlu dilakukan di luar tempat latihan bersama. Latihan individual ini sebaiknya diterima sebagai bagian dari kebersamaan untuk menyajikan musik dengan baik, bukan sebagai hukuman. Latihan individual tidak saja diwajibkan bagi yang mengalami kendala tetapi masing-masing pemusik perlu melakukan latihan individual sesuai dengan alat musiknya, seperti Gambar 3.18. Bagian musik yang terasa sulit dilatih mulai dari tempo lambat terlebih dahulu kemudian makin lama ditingkatkan hingga mencapai tempo yang sesungguhnya.

Sering kali latihan musik tidak berjalan dengan lancar oleh karena adanya kendala yang berasal dari pemain. Hendaknya selama latihan hal-hal berikut dihindari agar waktu dapat digunakan secara efisien.

Cara Penyajian Musik Yang Baik | medsis | 4.5