Cara menulis daftar pustakan

Petunjuk umum penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut. 1. Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir tulisan. 2. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut. 3. Nama penulis diurutkan menurut abjad setelah nama pengarang dibalik. 4. Tiap sumber bacaan diketik dengan jarak satu spasi. 5. Jarak antarsumber bacaan yang satu dengan yang lainnya dua spasi. Hal-hal lain yang perlu kita perhatikan dalam penyusunan daftar pustaka adalah sebagai berikut. 1. Nama Pengarang a. Penulisan nama pengarang dari buku dengan seorang pengarang. 1) Nama keluarga ditulis sebelum nama kecil atau inisial. (Untuk memudahkan penyusunan secara alfabetis.) 2) Jika buku disusun oleh sebuah komisi/lembaga, nama komisi/lembaga dipakai untuk menggantikan nama pengarang. 3) Jika tidak ada nama pengarang, urutan dimulai dari judul buku. Contoh: Keraf, Gorys. 1988. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. b. Penulisan nama pengarang dari buku dengan dua atau tiga pengarang. 1) Nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalik. Ketentuan lain sama dengan bagian a. 2) Urutan nama pengarang harus sesuai dengan yang tercantum dalam halaman judul buku dan tidak boleh ada perubahan urutan. Contoh: Kridalaksana, Harimurti dan Djoko Kentjono,ed. 1991. Seminar Bahasa Indonesia 1968. Ende-Flores: Nusa Indah. c. Penulisan nama pengarang dari buku dengan banyak pengarang. 1) Hanya nama pertama yang dicantumkan dengan susunan terbalik. 2) Nama-nama pengarang yang lainnya dituliskan dengan singkatan dkk. Contoh: Karso, dkk. 1994. Sejarah Nasional dan Sejarah Umum. Bandung: Angkasa.

2. Tahun Terbit Tahun terbit ditulis sesudah nama pengarang dipisahkan dengan tanda titik. 3. Judul Buku Judul buku digarisbawahi atau dicetak miring. Setiap huruf awal kata dalam judul diketik dengan huruf kapital, kecuali kata depan dan konjungsi. 4. Tempat Terbit Tempat terbit ditulis sesudah judul buku, dipisahkan dengan tanda titik dua. 5. Penerbit Nama penerbit ditulis sesudah tempat terbit dipisahkan dengan tanda titik dua (:) dan diakhiri dengan titik. 6. Penulisan daftar pustaka dari buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih a. Angka jilid ditempatkan sesudah judul dipisahkan dengan sebuah tanda titik. b. Tulisan jilid disingkat Jil. atau Jld.. Contoh: Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jil. 2 . Yogyakarta: Kanisius. 7. Penulisan data pustaka dari sebuah buku terjemahan a. Nama pengarang asli diurutkan dalam daftar urutan alfabetis. b. Keterangan penerjemah ditempatkan sesudah judul buku dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: Multatuli. 1972. Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Jambatan. 8. Data Pustaka dari artikel majalah a. Judul artikel dan judul majalah diapit oleh tanda petik. b. Tidak ada tempat publikasi dan penerbit, tapi dicantumkan nomor, tanggal, dan halaman Contoh: Solihin, Burhan, dkk. “Selamat Datang di Surga Nirkabel”. Tempo. Edisi 4-10 April 2005, hal 90-91. 9. Artikel dari Harian Tanda titik dipakai sesudah nama pengarang/penulis, selanjutnya menggunakan tanda koma sebagai pemisah. Contoh : Pramudianto. ”Penderita dan Pemulihan Nias”. Dalam Kompas, 2 April 2005, hal 46.

Cara menulis daftar pustakan | medsis | 4.5