Tertawa Cara Menghilang Stress dan Cegah Penyakit

Tertawa Cara Menghilang Stress dan Cegah Penyakit

Cara Menghilang Stress

Cara Menghilang Stress

Tertawa Cara Menghilang Stress dan Cegah Penyakit

Cara Menghilang Stress

Cara Menghilang Stress – Oleh Rakhmat Bernadi Tertawa adalah pekerjaan yang paling mudah., Asal ada pemicu, tentunya raut muka yang tadinya tegang berubah riang gembira. Siapa yang tidak suka melihat wajah yang mampu menyenangkan perasaan orang. Terlebih pasangan Anda, tentunya jika ia tersenyum. Bermacam latar senyum dapat kita kembangkan. Karena kenangan indah atau lelucon yang dilontarkan rekan kerja Anda. Namun persoalannya, kadang hal sepele itu kerap dilupakan akibat berbagai tuntutan hidup yang berbuntut stres. Padahal, stres dan psikomatik itu bukanlah persoalan baru dan sudah sejak pertengahan abad lalu banyak dibahas. Kendati demikian, belum banyak teori yang menyangkut stres bermunculan. “Stres yang berkepanjangan (kronik) akan menyebabkan sistem kekebalan (imun) menurun. Akibatnya berbagai penyakit dan kelemahan menurun. Malahan hal ini mampu menyebabkan kanker hingga stroke,” kata Dr. Yul Iskandar, Ph.D. Menurut pakar stres dari Yayasan Dharma Graha ini, dua jenis stres yang beredar dikalangan eksekutif muda, merupakan gambaran dari kenyataan yang ada di Ibukota. “Pondasi dasar penyebab muka tertekuk dan gairah menurun adalah timbulnya rasa lelah berlebihan diikuti depresi akut,”tandas Yul Iskandar. Jalan Keluar Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal, tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang. Tidak heran jika psikiater Yul Iskandar menyarankan agar orang tertawa. Pasalnya, orang yang mudah tertawa lebih cepat sembuh dari penyakit daripada orang yang lebih banyak mengeluh apalagi menangis. Banyak sajian lawak ditayangkan stasiun televisi. Bisa dikatakan semua stasiun televisi menyajikan acara yang membuat pemirsa terpingkal. Namun, menurut psikiater dari RS Dharma Graha ini, tertawa biasa atau yang dibuat-buat berbeda dengan terapi tertawa.

Cara Menghilang Stress

Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa betul-betul bermanfaat. Bahkan, penderita gangguan mental dapat disembuhkan dengan terapi tertawa. Tidak heran jika RS Dharma Graha telah mengembangkan terapi tertawa sejak akhir 1990-an. Teknik Terapi Teknik ini dikembangkan oleh RS Dharma Graha. Biasanya dianjurkan dilakukan dalam grup minimal lima hingga 10 orang ke atas. Pemandu yang menguasai materi, mampu dan mudah tertawa amat diperlukan dan harus mengemukakan pada seluruh kelompok bahwa akan dilakukan terapi tertawa. Sebelum dimulai tertawa bersama, harus dilakukan latihan pernapasan dengan latihan pernapasan yang meliputi pernapasan perut atau pernapasan diafragma. Kemudian, pemandu memberi aba-aba untuk tertawa bersama-sama, sekeras-keras dan selebar-lebarnya. Jika grup kurang kompak, tertawa akan berlangsung singkat. Jika hal itu terjadi, perlu diulangi dengan mulai latihan pernapasan dan pemandu memberi kode untuk tertawa dengan nada haa-haa-haa-hii-hii-hii-huu-huu-huu lalu tertawalah sekeras-kerasnya. Ada pantangan dalam terapi ini. Terapi jangan dilakukan jika anggota grup kurang dari lima. Jangan mentertawakan orang lain dan tidak perlu joke konyol atau basi yang dapat membuat marah teman grup. Terapi tertawa membuat wajah menjadi rileks, kerut-kerut hilang, dan tampak awet muda. Tertawa dalam 5 sampai dengan 10 menit dapat merangsang pengeluaran endorphin, serotin, ditambah melatonin yang merupakan zat kimia positif. Reaksi dari zat tersebut menyebabkan perasaan tenang dan tenteram. Tertawa juga mengurangi pengeluaran adrenalin, kortisol, dan radikal bebas yang disebut zat kimia jahat. Selain itu, tertawa juga dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung serta mengurangi kadar kolesterol jahat. Sistem imun juga dirangsang dengan tertawa, salah satunya yaitu melalui sel antikanker yang akan memakan sel kanker dalam tubuh. Sumber: Harian Sinar Harapan, Juni 2003

Cara Menghilang Stress

Kaidah Bahasa

Cara Menghilang Stress – Dalam teks bacaan “Menurunkan Berat Badan dengan Efektif” terdapat paragraf berikut: Turunnya berat badan pascadiet tentu saja harus dibarengi dengan kondisi tubuh yang sehat sekaligus bugar. Oleh karena itu, diet yang sehat untuk melangsingkan tubuh, menurut Sadoso, tidak boleh terlalu ketat. Untuk wanita jangan di bawah 1.200 kalori dan pria tidak di bawah 1.500 kalori. Dibandingkan dengan bentuk terikat lain, pasca- adalah yang paling sering dipakai. Sayangnya, penulisan bentuk terikat ini masih sering kali salah. Bentuk terikat harus selalu ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, kecuali pada bentuk terikat maha- dan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang diawali dengan huruf kapital. Jika sebuah bentuk terikat diikuti oleh kata yang diawali dengan huruf kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-). Contoh penulisan yang benar: pascasarjana, pasca-Bom Bali, pasca-Pemilu 2005, pascaproduksi, dan pascabayar.

Tertawa Cara Menghilang Stress dan Cegah Penyakit

Mengenal Ahli Bahasa

Henry Guntur Tarigan, dilahirkan pada 23 September 1933, di Onggajutu, Sumatra Utara. Ia menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Keguruan dan llmu pendidikan Universitas Padjadjaran Bandung (1962); mengikuti Studi Pascasarjana Lingustik di Rijksuniversiteit Leiden, Nederland (1971–1973); meraih gelar doktor dalam bidang linguistik dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1975) dengan disertasi berjudul “Morfologi Bahasa Simalungun”.

Karya-karyanya, antara lain Struktur Sosial Masyarakat Simalungun, Morfologi Bahasa Simalungun, Prinsip-Prinsip Dasar Puisi, Prinsip-Prinsip Dasar Fiksi, Prinsip-Prinsip Dasar Drama, Prinsip-Prinsip Dasar Kritik Sastra, Pengantar Sintaksis, Bahasa Karo, Sastra Lisan Karo, Percikan Budaya Karo, Psikolinguistik, Tata Bahasa Tagmemik, Linguistik Konstratif, Menyimak (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa), Berbicara (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa), Membaca (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa), Menulis (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa), dan Tatarucingan Sunda.

Info Bahasa

“Menulis tidak ada hubungannya dengan bakat,” kata penulis yang sudah “jadi”. Kesimpulan itu disampaikan setelah dia mengalami sendiri. Mula-mula, dia merasa sulit sekali menulis. Beberapa kali mencoba menulis selalu tidak lancar. Bahkan, sering pula macet dan gagal total. Beruntunglah, pengalaman pahit itu tidak membuatnya putus asa. Ia terus belajar dan mencoba-coba lagi. Makin lama makin lancar. Sekarang, ia sudah menjadi penulis hebat. Ratusan artikelnya dimuat di berbagai koran terkenal dan puluhan bukunya laris di pasaran. Berkat seringnya menulis, dia menjadi terkenal. Bukan hanya itu, dia dipercaya masyarakat sebagai pakar dan sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar. Menulis memang gampang-gampang susah. Gampang kalau sudah sering melakukannya dan susah kalau belum terbiasa sebab menulis termasuk jenis keterampilan. Sebagai keterampilan, sama seperti keterampilan yang lain, untuk mendapatkannya harus melalui belajar dan berlatih. Anda harus membiasakan diri. Itulah kuncinya. Hal ini dapat kita bandingkan dengan kegiatan masa kecil kita, yaitu ketika belajar mengendarai sepeda. Sering jatuh dan luka-luka menjadi hal biasa karena belum terampil. Akan tetapi, kita tentu masih ingat bahwa makin sering berlatih, makin jarang jatuh dan akhirnya dapat mengendarai sepeda. Mula-mula hanya berani mengendarai di halaman rumah, kemudian agak jauh, dan akhirnya berani sampai ke mana-mana. Anda dapat memahami lebih jauh mengenai cara pengembangan paragraf dan penulisan dengan membaca buku Terampil Menulis Paragraf (penulis Asul Wiyanto).

Mengenal Penyakit Flu Burung

Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain avian influenza. Adapun definisi dari berbagai kasusnya adalah sebagai berikut.

1. Kasus Suspect Kasus suspect adalah kasus seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temperatur 38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau beringus serta dengan salah satu keadaan. Hal ini terjadi biasanya karena seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang berjangkit flu burung. Kemudian, orang tersebut kontak dengan virus flu burung yang dalam masa penularan. Hal lainnya jika orang yang bekerja pada suatu laboratorium dan sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung.

Cara Menghilang Stress

2. Kasus Probable Kasus probable adalah kasus suspect disertai salah satu keadaan bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1). Misalnya, test HI yang menggunakan antigen H5N1 dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonial gagal pernapasan atau meninggal dan terbukti tidak adanya penyebab lain. 3. Kasus Kompermasi Kasus kompermasi adalah kasus suspect atau probable didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium. Dalam hal ini, kultur virus influenza H5N1 positif PCR influenza (H5) positif. Selain itu, terjadi peningkatan titer antibody H5 sebesar empat kali.

Selanjutnya, gejala klinis yang ditemui seperti gejala flu pada umumnya, yaitu; demam, sakit tenggorokan, batuk, beringus, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Dalam waktu singkat, penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa peradangan di paru-paru (pneumonia). Apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik, dapat menyebabkan kematian. Etiologi (penyebab penyakit) flu burung adalah virus influenza. Adapun sifat virus ini, yaitu dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C. Adapun di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama, tetapi mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit. Virus penyebab flu burung dikenal beberapa tipe virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus influenza tipe A terdiri atas beberapa turunan (strain), yaitu: H1N 1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2, dan lain-lain.

Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Virus, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase). Hasil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus flu burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia. Masa inkubasi virus influenza bervariasi antara 1–7 hari. Penularan Flu burung (H5N1) pada unggas terjadi secara cepat dengan kematian tinggi. Penyebaran penyakit ini terjadi di antara populasi unggas satu peternakan, bahkan, dapat menyebar dari satu pertenakan ke peternakan daerah lain. Adapun penularan penyakit ini kepada manusia adalah melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik yang berasal dari tinja atau sekreta unggas terserang flu burung. Orang yang memiliki resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual, dan penjamah unggas. Hal lain, belum ada bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia. Selain itu, belum ada bukti adanya penularan pada manusia melalui daging unggas yang dikonsumsi. Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut. – Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker atau kacamata renang). – Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik (ditanam/dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya. – Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan. – Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan. – Mengonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80 °C selama 1 menit. Dalam hal ini, telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64 °C selama 5 menit. – Melaksanakan kebersihan lingkungan. – Menjaga kebersihan diri. Sumber: www.depkes.go.id (dengan perubahan)

Tertawa Cara Menghilang Stress dan Cegah Penyakit | medsis | 4.5