Cara Menanggapi Artikel Tentang Pembahasan Ini

Cara Menanggapi Artikel Tentang Pembahasan Ini

Cara Menanggapi Artikel

Cara Menanggapi Artikel

Cara Menanggapi Artikel

Anda dapat memeroleh informasi dari berbagai media massa elektronik dan media cetak. Kalau Anda mendapat informasi dari radio atau televisi, cobalah perhatikan bagaimana informasi itu disampaikan! Tentu gaya penyampaian informasi oleh para penyiar berbeda antara satu dan yang lain.

Cara Menanggapi Artikel – Pada saat menyampaikan informasi kepada orang lain, Anda harus memerhatikan aspek-aspek bahasa seperti tanda baca, kelompok kata, dan kalimat. Sebagai bahan latihan, sampaikanlah informasi berikut ini kepada teman Anda dengan pembacaan yang baik!

Budi Pekerti, Apa Itu?

Cara Menanggapi Artikel – Pendidikan budi pekerti sesungguhnya memiliki pengertian yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan program pendidikan ini dapat digunakan pula pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang berkembang. Sesuai dengan nilai-nilai budaya dan falsafah hidup bangsa, pendekatan yang paling sesuai digunakan di Indonesia adalah pendekatan penanaman nilai. Tujuan pendidikan budi pekerti adalah mewujudkan manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik: yang sadar dengan hakikat, martabat, dan kodratnya sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, sadar dengan sifat dasar, potensi dasar, serta hak dan kewajiban asasi yang dimilikinya.

Cara Menanggapi Artikel – Untuk meraih pendidikan budi pekerti perlu disertai dengan upaya keteladanan, pembiasaan, pengamalan, pengondisian, serta berbagai upaya yang bersinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan lingkunganpendidikan yang kondusif. Sumber: (Dikutip dari Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Tahun ke-5, No.021, hal. 89)

Menulis Paragraf Persuasif

Setelah mempelajari tiga buah jenis paragraf tibalah kita pada pembelajaran jenis paragraf yang keempat, yaitu paragraf persuasif. Apa sebenarnya paragraf persuasif? Seperti apa ciri-cirinya? Mari kita pelajari bersama!

1. Ciri Paragraf Persuasif Paragraf persuasif adalah paragraf yang berisi ajakan atau bujukan agar pembaca mengikuti atau mengadopsi petunjuk-petunjuk yang ditulisnya dalam teks. Kalimat-kalimat persuasif dalam sebuah paragraf mendorong pembaca untuk mengikuti langkah atau petunjuk dalam kalimat tersebut. Sebagai tulisan yang bersifat ajakan, kalimat-kalimat dalam paragraf persuasif cenderung mempromosikan sesuatu yang diperlukan pembaca. Judul tulisan pun biasanya bersifat menunjukkan atau menginformasikan sesuatu kepada masyarakat. Dalam beberapa hal, karangan persuasif ini mirip sebuah iklan atau adventoria. Bacalah karangan berisi paragraf persuasif berikut ini! Perhatikanlah bagianbagian yang mengandung ajakan atau bujukan (persuasif).

Karier memang bukan segala-galanya dalam hidup ini, tetapi punya andil dalam memengaruhi kehidupan seseorang. Mempertahankan serta meningkatkan kualitas karier merupakan keinginan sebagian besar orang. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menjaga kualitas karier. Salah satu yang paling efektif adalah dengan senantiasa menjaga gairah kerja. Gairah kerja ternyata ikut menentukan sukses tidaknya karier seseorang. Bahkan, harus usahakan agar gairah kerja selalu meningkat dari waktu ke waktu, jangan sampai menurun, atau malah hilang sama sekali.

Paragraf di atas berisi ajakan atau imbauan kepada pembaca dengan menjelaskan bahwa seseorang bisa mengembangkan kariernya dengan menjaga gairah kerja. Apabila dilanjutkan dengan paragraf berikutnya, menjaga gairah kerja tersebut akan dijelaskan dengan beberapa tips atau resep, seperti menjaga kondisi tubuh, mengawali pekerjaan dengan penuh senyum, mencintai dan menikmati pekerjaan, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, memberikan kado istimewa, dan memiliki semangat berkompetisi. Dengan demikian, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk menjaga gairah kerja. Ajakan inilah yang menjadi ciri dan karakter paragraf persuasif.

2. Menentukan Topik Persuasif  Topik karangan (tulisan) persuasif dapat dikembangkan dari berbagai macam bidangh. Hampir setiap bidang bisa dijadikan topik karangan persuasif, dengan syarat topik itu mengandung ajakan atau persuasif kepada pembaca. Beberapa contoh topik yang bisa dikembangkan menjadi karangan persuasif adalah sebagai berikut.

Cara Menanggapi Artikel – Bidang Kesehatan Menghindari Diri dari Penyakit Demam Berdarah Hidup Sehat dengan Murah Olahraga untuk Kesehatan Tubuh Bidang Pendidikan Meraih Prestasi Dunia di Tengah Kompetisi yang Ketat Cara Belajar yang Efektif Buku Sebagai Sumber Ilmu

Contoh-contoh tema di atas menggambarkan bahwa pembaca diajak untuk ikut atau mengikuti saran-saran yang dituangkan dalam tulisan tersebut. Tema Hidup Sehat dengan Murah, misalnya akan memaparkan bagaimana menjaga kesehatan dengan tidak mengeluarkan dana yang banyak. Tulisan ini akan memberi contohcontoh olahraga atau upaya menjaga kesehatan dengan tidak mengeluarkan uang, misalnya, membiasakan diri untuk jalan-jalan (jogging). Semua kalimat dalam karangan ini akan disusun secara persuatif karena tujuannya mengajak pembaca untuk mengikuti saran-saran dalam tulisan tersebut.

3. Menulis Kerangka Paragraf Persuasif Kerangka paragraf dibuat sedemikian rupa sehingga terdapat koherensi antara satu kalimat dan kalimat lainnya. Di samping itu, kerangka juga akan memandu seorang penulis mengembangkan paragraf atau karangannya. Kerangka paragraf atau karangan dapat dibuat lebih terperinci atau secara garis besarnya saja. Kerangka karangan dibuat sesuai dengan kebutuhan seorang penulis. Memang, banyak juga penulis yang tidak menggunakan kerangka paragraf atau karangan. Namun, sebagai penulis pemula, Anda harus terlebih dahulu membuat kerangka paragraf atau karangan supaya tulisan Anda benar-benar baik. Berikut ini ditulis beberapa kerangka persuasif. Cermatilah kerangka paragraf tersebut dengan baik! Sebelum menulis karangan, Anda dapat membuat kerangka sesuai dengan kebutuhan Anda.

Topik paragraf : …………………………………………………………………………..

Gagasan utama : …………………………………………………………………………..

Gagasan pendukung : …………………………………………………………………………..

Contoh kerangka karangan berdasarkan ketentuan di atas. Topik paragraf : Belajar secara efektif Gagasan utama : Belajar secara efektif dibutuhkan oleh setiap pelajar Gagasan pendukung : Kompetisi di antara pelajar semakin tinggi Semakin banyak pelajar yang pintar Materi ajar yang banyak membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.

4. Menyusun Paragraf Persuasif Contoh kerangka paragraf di atas dapat Anda kembangkan menjadi sebuah paragraf yang baik. Kerangka paragraf tersebut ditulis dalam empat kalimat, yaitu satu kalimat utama yang mengandung gagasan utama dan tiga kalimat pendukung yang mengandung gagasan pendukung (penjelas). Perhatikanlah contoh paragraf yang dikembangkan berdasarkan kerangka paragraf di atas. Setiap pelajar membutuhkan strategi belajar yang efektif pada masa mendatang. Strategi belajar yang efektif sangat diperlukan oleh pelajar mengingat semakin hari kompetisi di kalangan pelajar semakin tinggi. Para pelajar berlomba untuk mencapai prestasi sehingga semakin banyak pelajar yang pintar. Materi ajar yang banyak, harus disiasati dengan cara belajar efektif, tidak membuang-buang waktu aagar pelajar bisa belajar dalam waktu yang lebih singkat.

Buatlah kerangka paragraf sebagai landasan penulisan penulisan berdasarkan materi yang Anda pilih. Kerangka paragraf itu terdiri atas satu gagasan utama dan 3-4 gagasan pendukung. Mintalah guru memeriksa hasil kerja Anda agar Latihan 3 Anda merasa lebih yakin atas kebenaran hasil karya Anda itu! Susunlah sebuah paragraf persuasif berdasarkan kerangka paragraf yang Anda buat itu!

Cara Menanggapi Artikel – Rangkuman

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan pada saat menyampaikan informasi kepada orang lain adalah bahasa, seperti tanda baca, kelompok kata, dan kalimat. 2. Paragraf persuasif adalah paragraf yang berisi ajakan atau bujukan agar pembaca mengikuti atau mengadopsi petunjuk-petunjuk yang ditulisnya dalam teks.

Anda telah mempelajari beberapa kompetensi pada bab bertema “Budi Pekerti”. Salah satu materi yang dibahas dalam bab ini adalah membaca cerita rakyat. Dalam cerita rakyat Anda dapat menemukan hal-hal yang menarik tentang tokohnya. Selain itu, Anda juga dapat menemukan nilai-nilai dalam cerita rakyat tersebut. Nilai yang terkandung dalam cerita rakyat “Musnahnya Kezaliman” adalah kebenaran harus ditegakkan dan kezaliman harus segera dimusnahkan. Dengan budi pekerti dan kesaktian yang luhur, tokoh Ajisaka mampu menumpas kezaliman Prabu Dewatacengkar. Jika diterapkan dalam hidup masa kini, nilai dalam cerpen tersebut dapat diterapkan melalui sikap-sikap jujur, tidak semena-mena terhadap orang lain, berperilaku terpuji, dan masih banyak lagi. Apakah Anda telah memiliki sikapsikap tersebut?

 

Cara Menanggapi Artikel Tentang Pembahasan Ini | medsis | 4.5