Pelajaran Tentang Cara Membuat Peta

Pelajaran Tentang Cara Membuat Peta

Cara Membuat Peta

Cara Membuat Peta

Cara Membuat Peta – Membuat Peta Tematik dari Peta Dasar dan Foto Udara 

Cara Membuat Peta – Bila kita akan membuat peta tematik seperti peta kepadatan penduduk, peta tata guna lahan, dan peta geologi maka pertama-tama kita harus mempunyai peta dasar. Peta dasar yang digunakan dapat berupa peta topografi atau foto udara. Kemudian gambarkan fenomena yang terlihat pada peta topografi atau foto udara seperti sungai, jaringan jalan, dan objek-objek yang akan kamu petakan. Caranya adalah dengan menjiplaknya pada kertas kalkir atau plastik transparan. Kemudian masukkan data yang kamu kehendaki untuk dipetakan. Maka didapatlah peta tematik hasil dari kompilasi peta dasar, foto udara, dan data lapangan.

Membuat Peta Berdasarkan Suatu Sistem Proyeksi 

Cara Membuat Peta – Membuat peta pada bidang datar dari data yang berbentuk suatu bola (globe) harus menggunakan proyeksi peta. Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antar posisi-posisi titik di bumi dan di peta.

Hal ini karena bumi merupakan bidang lengkung sedangkan peta berupa bidang datar.

Syarat-syarat umum dalam proyeksi peta diantaranya adalahbentuk harus benar (konform), luas permukaan tetap (ekuivalen), jarak antara satu titik dengan titik lain harus tetap, dan tidak mengalami penyimpangan arah ( equidistance).

Cara Membuat Peta – Untuk memenuhi keempat syarat tersebut sekaligus dalam mengubah bidang lengkung pada bidang datar tersebut merupakan sesuatu yang mustahil, sehingga dalam proyeksi peta akan ada kompromi di mana syarat lain terpenuhi tetapi syarat lainnya ada yang dikorbankan.

Pada akhirnya semua proyeksi peta menyimpangkan kenampakan bentuk sampai pada taraf tertentu, seperti halnya pengukuran area, jarak, dan arah. Inilah alasan kenapa pada beberapa peta bumi, Greenland nampak seperti hampir sebesar Amerika Utara.

Tetapi, jika kamu sedang memetakan suatu area yang kecil seperti suatu kota atau daerah, penyimpangan ini pada umumnya tidak begitu berarti.

Tetapi jika memetakan area yang lebih besar, penyimpangan ini akan semakin terlihat. Ditinjau dari macam bidang proyeksi yang digunakan, proyeksi peta dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu proyeksi azimuth/zenith, proyeksi kerucut (conical), dan proyeksi silinder (cylindric).

a. Proyeksi Azimuth

Proyeksi azimuth adalah proyeksi permukaan bola bumi ke bidang datar. Bidang datar tersebut menyinggung bola bumi. Titik singgung antara permukaan bola bumi dan bidang datar dapat terletak pada kutub, ekuator atau antara kutub dan ekuator. Misal jika kita akan memproyeksikan garis-garis meridian dan garis lintang dan jika titik singgungnya adalah antara bidang datar dengan kutub utara bola bumi, maka setelah diproyeksikan, garis lintang akan tampak sebagai lingkaran yang konsentris yang mengelilingi kutub, sedangkan garis meridian tampak seperti garis lurus yang berpusat di kutub dengan sudut yang sama.

b. Proyeksi Kerucut

Proyeksi kerucut adalah proyeksi yang dilakukan dengan cara memproyeksikan permukaan bola bumi pada kerucut yang menyinggung atau memotong sumbu globe. Kemudian perpoyongan kulit kerucut dengan globe dibuka. Sehingga menghasilkan peta yang garis lintangnya berupa garis lengkung yang paralel.

c. Proyeksi silinder

Proyeksi silinder adalah sebuah proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya adalah silinder. Pada proyeksi ini, jika bidang silindernya menyentuh garis ekuator, maka semua garis lintang merupakan garis horisontal dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal.

Memilih suatu proyeksi tergantung pada lokasi, ukuran, dan bentuk dari apa yang digambarkan oleh peta. Suatu peraturan dari pengalaman yang diuraikan oleh ahli perpetaan yaitu Maling (1992) adalah sebagai berikut.

• Untuk negara yang berada pada daerah khatulistiwa, lebih cocok memakai proyeksi silinder, seperti memetakan negara Indonesia.

• Untuk negara yang berada di garis lintang sedang lebih cocok memakai proyeksi berbentuk kerucut.

• Adapun daerah kutub lebih cocok dengan memakai sistem proyeksi azimuthal (planar proyeksi).

Pelajaran Tentang Cara Membuat Peta | medsis | 4.5