Cara-cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Pemerintah

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Cara-cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Pemerintah

Cara-cara Mengatasi Inflasi

Cara-cara Mengatasi Inflasi

Cara-cara Mengatasi Inflasi

a. Kebijakan Moneter Seperti yang telah disebutkan di atas, peran bank sentral dalam mengatasi inflasi adalah dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Kebijakan yang diambil oleh bank sentral tersebut dinamakan kebijakan moneter, yaitu dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut.

Cara-cara Mengatasi Inflasi

1. Politik Diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga. Dengan menaikkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank daripada menjalankan investasi.

2. Politik Pasar Terbuka (open market policy) dijalankan dengan membeli dan menjual surat-surat berharga. Dengan menjual suratsurat berharga diharapkan uang akan tersedot dari masyarakat.

Cara-cara Mengatasi Inflasi

3. Politik Persediaan Kas (cash ratio policy) adalah politik Bank Sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan dinaikkannya persentase persediaan kas, diharapkan jumlah kredit akan berkurang. 4. Pengawasan kredit secara selektif.

Cara-cara Mengatasi Inflasi

b. Kebijakan Fiskal Kebijakan Fiskal Selain kebijakan moneter, pemerintah dapat juga memberlakukan kebijakan fiskal yaitu kebijakan yang berhubungan dengan pengaturan penerimaan dan pengeluaran Negara. Jadi yang diatur dalam kebijakan fiskal adalah 1. pengaturan pengeluaran pemerintah (APBN) dan 2. peningkatan tarif/pajak.

c. Kebijakan Nonmoneter Selain dua kebijakan di atas ada juga yang disebut kebijakan nonmoneter yang mengatur hal-hal berikut. 1. Peningkatan produksi. 2. Kebijakan upah. 3. Pengawasan harga.

Cara-cara Mengatasi Inflasi

Cara-cara Mengatasi Inflasi  – Indeks Harga

a. Pengertian Indeks Harga Pengertian Indeks Harga (Price Index) (Price Index) Untuk menghitung besar laju inflasi, sebelumnya kita harus mengetahui dulu besarnya Indeks Harga, yaitu perbandingan perubahan harga tahun tertentu (given year) dengan tahun dasar (based year). Indeks harga biasa digunakan untuk mengetahui ukuran perubahan variabel-variabel ekonomi sebagai barometer keadaan perekonomian, memberi gambaran yang tepat mengenai kecenderungan perdagangan dan kemakmuran. Beberapa macam indeks harga adalah sebagai berikut.

1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsimsi aktual masyarakat.

2. Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu, yang dibeli oleh produsen meliputi bahan mentah dan bahan setengah jadi. Perbedaannya dengan IHK adalah kalau IHP mengukur tingkat harga pada awal sistem distribusi, IHK mengukur harga langsung yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran. Indeks harga produsen biasa disebut juga indeks harga grosir (wholesale price index).

3. Indeks harga yang harus dibayar dan diterima oleh petani. Indeks harga barang-barang yang dibayar oleh petani baik untuk biaya hidup maupun untuk biaya proses produksi, apabila dalam menghitung indeks dimasukkan unsur jumlah biaya hipotek, pajak, upah pekerja yang dibayar oleh petani, indeks yang diperoleh disebut indeks paritas. Rasio antara indeks harga yang harus dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam waktu tertentu disebut rasio paritas (parity ratio)

Cara-cara Mengatasi Inflasi

b. Ciri-ciri Indeks Harga Indeks harga mempunyai ciri-ciri di antaranya adalah sebagai berikut.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

1. Indeks harga sebagai standar sebagai perbandingan harga dari waktu ke waktu. 2. Penetapan indeks harga didasarkan pada data yang relevan. 3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi. 4 Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil 5. Penghitungan indeks harga menggunakan metode yang sesuai dan tepat. 6. Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar dikali 100

Cara-cara Mengatasi Inflasi

c. Metode penghitungan Indeks Harga 1. Metode penghitungan indeks harga tidak tertimbang Penghitungan indeks harga tidak tertimbang ada dua macam, yaitu indeks harga tidak tertimbang sederhana (komoditi tunggal) hanya satu barang dan indeks harga tidak tertimbang dengan banyak komoditi (gabungan).

a. Rumus indeks harga tidak tertimbang sederhana: IHTT = . 100

b. Rumus indeks harga tidak tertimbang gabungan:IHTTG = . 100

Pn = harga pada tahun tertentu (ke–n) Po = harga pada tahun dasar

2. Metode penghitungan indeks harga yang banyak digunakan Metode penghitungan indeks harga yang sering digunakan dalam menghitung inflasi adalah metode tertimbang, yaitu: a. Metode Laspeyres Metode Laspeyres adalah metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun dasar (Qo) dengan rumus IH Laspeyres. IHTT = . 100 Pn Po IHTTG = . 100 6Pn 6Po IL = . 100

b. Metode Paasche Metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada tahun yang dihitung angka indeksnya. (Qn = Kuantitas tahun tertentu) Rumusnya sebagai berikut. Keterangan: IL = Indeks Harga Laspeyres IP = Indeks Harga Paasche Po = Harga tahun dasar Pn = Harga tahun n (tertentu) Qo = Kuantitas tahun dasar Qn = Kuantitas tahun tertentu

Rangkuman 

1. Pendapatan nasional dapat dihitung baik dengan pendekatan/metode produksi, yaitu menghitung jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu, pendekatan/ metode pengeluaran, yaitu dengan menghitung jumlah pengeluaran seluruh pelaku ekonomi di suatu negara selama periode tertentu, ataupun pendekatan/metode pendapatan dengan menghitung jumlah pendapatan yang diterima seluruh pemilik faktor produksi di suatu negara selama periode tertentu. 2. Berdasarkan besarnya pendapatan nasional per kapita, penduduk (pendapatan per kapita) negara-negara di dunia dapat digolongkan dalam kelompok negara berpendapatan rendah, menengah ke bawah, menengah ke atas hingga tinggi. 3. Terdapat permasalahan, seperti inflasi dan ketimpangan distribusi pendapatan, yang harus selalu diperhatikan pemerintah dalam kaitan untuk meningkatkan level pendapatan nasional negaranya.

Evaluasi

I. Berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang benar! Berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang benar!

1. Penghitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan pelaku ekonomi disebut …. a. pendekatan pengeluaran b. pendekatan pendapatan c. pendekatan produksi d. pendekatan output e. pendekatan nilai tambah

2. Penghitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh nilai tambah barang dan jasa merupakan ciri …. a. pendekatan pendapatan b. pendekatan pengeluaran c. pendekatan produksi d. pendekatan terapan e. pendekatan pendapatan per kapita

3. Penghitungan pendapatan dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa merupakan ciri …. a. pendekatan subjektif b. pendekatan produksi c. pendekatan pendapatan d. pendekatan pengeluaran e. pendekatan pasar barang 4. Pendapatan perseorangan (Personal income) adalah …. a. pendapatan nasional dikurangi pajak tidak langsung b. sama dengan pendapatan sektor nasional c. jumlah pendapatan sektor rumah tangga yang dibelanjakan dalam satu tahun d. jumlah upah yang ditambah bunga yang diterima sektor rumah tangga dalam satu tahun e. jumlah pendapatan yang diterima sektor rumah tangga dalam satu tahun

5. Dalam suatu perekonomian yang tingkat pendapatan penduduknya rendah, umumnya …. a. pengeluaran untuk kesehatan besar b. pengeluaran untuk bahan makanan relatif besar c. pengeluaran untuk bahan makanan relatif kecil d. pengeluaran untuk barang dan jasa lainnya relatif besar e. pengeluaran untuk rekreasi kecil 6. Berikut ini yang bukan kebijaksanaan untuk menanggulangi inflasi adalah …. a. tingkat bunga tabungan b. penerimaan pajak c. pemberian kredit d. reserve requirement e. penjualan obligasi pemerintah 7. Kebijaksanaan bank sentral untuk membeli dan menjual surat-surat berharga kepada masyarakat sebagai usaha untuk mengatur kesinambungan arus uang dan arus barang disebut politik …. a. cadangan kas d. sneering b. pasar terbuka e. kredit ketat/selektif c. diskonto 8. Di bawah ini yang bukan kebaikan dari kredit adalah …. a. memajukan urusan tukar-menukar b. mempercepat peredaran uang c. menambah produktivitas modal uang d. dapat membantu golongan ekonomi rendah e. meningkatkan peredaran barang 9. Inflasi yang disebabkan kenaikan permintaan disebut …. a. price–cost push inflation d. supply–side inflation b. spiral inflation e. demand–pull inflation c. wage–cost push inflation 10. Metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun dasar (Qo), adalah metode …. a. Paasche d. Bebas b. Laspayres e. Jumlah Kuadrat c. Pearson

11. Yang merupakan dampak inflasi bagi perekonomian nasional adalah …. a. meningkatkan pembangunan b. meningkatkan daya saing nasional c. meningkatkan investasi d. menimbulkan surplus neraca pembangunan e. menurunkan kesejahteraan rakyat 12. Berikut ini yang bukan peran dari bank sentral dalam mengendalikan inflasi adalah …. a. mengatur jumlah uang yang beredar b. mengatur nilai tukar c. independensi penentuan kebijakan d. intervensi pemerintah e. menentukan inflation targeting 13. Di bawah ini yang tidak termasuk ciri-ciri indeks harga adalah …. a. berdasarkan data relevan b. punya satuan persentase c. menggunakan metode perhitungan yang tepat d. berperan sebagai standar perbandingan harga e. dihitung saat kondisi labil 14. Inflasi yang disebabkan atas meningkatnya biaya produksi disebut …. a. spiral inflation b. demand–pull inflation c. supply–side inflation d. cost-push inflation e. downward inflation 15. Metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun tertentu (Qn), adalah metode …. a. Laspeyres b. Pearson c. Paasche d. Bebas e. Jumlah Kuadrat

 

Cara-cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Pemerintah | medsis | 4.5