Bagaimana Cara Mempertahankan Kearifan Lingkungan

Bagaimana Cara Mempertahankan Kearifan Lingkungan

Kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan faktor pendorong sekaligus kekuatan penggerak dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dalam beradaptasi terhadap lingkungan, kelompok-kelompok masyarakat tersebut mengembangkan kearifan lingkungan sebagai hasil abstraksi pengalaman mengelola lingkungan. Keanekaragaman pola-pola adaptasi terhadap lingkungan hidup yang dikembangkan masyarakat Indonesia yang majemuk merupakan faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.

Bagaimana Cara Mempertahankan Kearifan Lingkungan

Bagaimana Cara Mempertahankan Kearifan Lingkungan

Keyakinan tradisional mengandung sejumlah besar data empiris yang berhubungan dengan fenomena, proses dan sejarah perubahan lingkungan, sehingga membawa implikasi bahwa sistem pengetahuan tradisional dapat memberikan gambaran informasi yang berguna bagi perencanaan dan proses pembangunan. Dalam hal ini, keyakinan tradisional dipandang sebagai kearifan budaya lokal dan merupakan sumber informasi empiris dan pengetahuan penting yang dapat ditingkatkan untuk melengkapi dan memperkaya keseluruhan pemahaman ilmiah.

Kearifan tersebut banyak berisikan gambaran tentang anggapan masyarakat yang bersangkutan tentang hal-hal yang berkaitan dengan struktur lingkungan, misalnya bagaimana lingkungan berfungsi,bagaimana reaksi alam terhadap tindakan manusia, serta hubungan-hubungan (yang sebaiknya tercipta) antara manusia (masyarakat) dan lingkungan alamnya. Penggalian terhadap kearifan budaya lokal ditujukan untuk mengenal dan memahami fenomena alam melalui penelusuran informasi versi masyarakat pengguna.

Kearifan lokal di masyarakat yang disari dari pengalaman dalam periode waktu panjang sehingga tertanam keselarasan hidup dengan alam, memahami secara dalam karakter alam dan kehidupannya diterapkan dalam mengelola alam merupakan cara untuk mempertahankan kearifan lingkungan. Kearifan lingkungan bukanlah tindakan tradisional yang terbelakang, kita dapat menerapkan teknologi modern pengelolaan lingkungan, tetapi dengan memperhatikan kearifan lokal, paduan yang porposional akan terwujud kearifan lingkungan. Kegiatan gotong royong dalam pembuatan rumah adat merupakan salah satu contoh kearifan lokal yang dipertahankan sebagai kearifan lingkungan sosial.

Rangkuman

Kearifan lingkungan dimaksudkan sebagai aktivitas dan proses berpikir, bertindak dan bersikap secara arif dan bijaksana dalam mengamati, memanfaatkan dan mengolah alam sebagai suatu lingkungan hidup dan kehidupan umat manusia secara timbal balik. Kearifan lingkungan dapat digali dari kearifan lokal yang salah satu fungsinya untuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alam. Pengelolaan lingkungan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dapat dijadikan sebagai upaya mempertahankan kearifan lingkungan.

Kasus

Lingkungan kita banyak telah mengalami penurunan kualitas, di wilayah pedesaan hutan banyak gundul karena penebangan liar atau perubahan fungsi lahan, sungai-sungai di hulu debit air makin kecil, ladang tadah hujan banyak longsor dimusim hujan, sedang di wilayah perkotaan banyak peristiwa tawuran antar sekolah, antar gank, antar supporter sepakbola. Cermatilah di masyarakat sekitarmu adanya kearifan lokal di bidang pertanian, perkebunan atau bidang lain. Buatlah rancangan pemikiran penerapan kearifan lokal yang dapat digali dalam upaya mempertahankan kearifan lingkungan dan pemecahan masalah pada kasus ini.

Next Posting

Bencana dan Dampaknya

Standar Kompetensi: Memahami tentang bencana di alam dan upaya meminimalkan kerugian yang diakibatkannya. Kompetensi Dasar:

1. Menjelaskan karakteristik bencana. 2. Menjelaskan cara menghindarkan diri dari bencana. 3. Menjelaskan cara memulihkan kehidupan setelah bencana. Indikator: 1. Menjelaskan penyebab dan dampak terhadap beberapa bencana alam. 2. Mengenali tanda-tanda akan terjadi suatu bencana. 3. Menerangkan tentang tindakan untuk memulihkan setelah terjadi bencana.

Pengantar 

Manusia dan alam senantiasa terjadi interaksi aktif, karena alam disediakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kelagsungan hidup manusia di dunia. Lingkungan alam beraktivitas mengikuti siklusnya dan manusia berkewajiban mengelola alam secara bijak. Aktivitas alam ada yang dapat mengancam kehidupan manusia, bila terjadi luar biasa dikenal sebagai bencana alam. Peristiwa alam sebagi bencana juga tidak terlepas campur tangan aktivitas manusia dalam mengelola alam. Pembahasan bab tentang bencana dan dampaknya akan menguraikan beberapa peristiwa alam yang sering sebagai bencana bagi kehidupan, seperti; gunung meletus, tanah longsor, puting beliung, gempa bumi dan tsunami. Kita pelajari tanda-tanda yang diberikan alam untuk meminimalkan kerugian yang lebih besar. Bencana tidak dapat kita tolak, lebih penting bagaimana tindakan perbaikan dari dampak bencana.

 

Bagaimana Cara Mempertahankan Kearifan Lingkungan | medsis | 4.5