Ancaman Lingkungan Pencemaran Air

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Ancaman Lingkungan Pencemaran Air

Pencemaran air secara umum telah dibahas cukup lengkap di kelas X, pada bab ini akan ditambahkan tentang sumber pencemaran air dan pencemaran air oleh logam berat yang merupakan ancaman bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain dalam air.Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan darat, seperti danau dan sungai, serta perairan laut.

Ancaman Lingkungan Pencemaran Air

Ancaman Lingkungan Pencemaran Air

Sumber pencemaran air, misalnya pengerukan pasir, limbah rumah tangga, industri, pertanian, pelebaran sungai, pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker peng-angkut minyak. Limbah rumah tangga seperti deterjen, sampah organik, dan anorganik memberikan andil cukup besar dalam pencemaran air sungai, terutama di daerah perkotaan.Sungai yang tercemar deterjen, sampah organik dan anorganik yang mengandung mikroorganisme dapat menimbulkan penyakit, terutama bagi masyarakat yang menggunakan sungai sebagai sumber kehidupan sehari-hari.

Proses penguraian sampah dan deterjen memerlukan oksigen sehingga kadar oksigen dalam air dapat berkurang, kadar oskigen suatu perairan turun sampai kurang dari 5 mg per liter, maka kehidupan biota air seperti ikan terancam. Kegiatan pertanian dapat menyebabkan pencemaran air terutama karena penggunaan pupuk buatan, pestisida, dan herbisida.Pencemaran air oleh pupuk, pestisida, dan herbisida dapat meracuni organisme air, seperti plankton, ikan, hewan yang meminum air tersebut dan juga manusia yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Residu pestisida seperti DDT yang terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota lainnya dapat terbawa dalam rantai makanan ke tingkat trofil yang lebih tinggi, yaitu manusia. Selain itu, masuknya pupuk pertanian, sampah, dan kotoran ke bendungan, danau, serta laut dapat menyebabkan meningkatnya zat-zat hara di perairan. Peningkatan tersebut mengakibatkan pertumbuhan ganggang atau enceng gondok menjadi pesat (blooming). Pertumbuhan ganggang atau enceng gondok yang cepat kemudian mati membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya. Kondisi ini kurangnya oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organisme anaerob. Fenomena ini disebut sebagai eutrofikasi.

Akibat pencemaran air dapat kita jumpai banyak ikan mati mendadak di sungai Surabaya yang diduga buangan limbah organi yang sangat tinggi dari industri, hal serupa terjadi di Bendungan Karangkates Malang ditemukan ikan mati dalam jumlah besar diduga akibat tingginya bahan organik yang terakumulasi dalam bendungan. Logam berat memiliki densitas yang lebih dari 5 gram/cm3 dan logam berat bersifat tidak mudah diuraikan atau tahan urai. Sifat tahan urai inilah yang menyebabkan logam berat semakin terakumulasi di dalam perairan. Logam berat yang berada di dalam air dapat masuk ke dalam tubuh manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Logam berat di dalam air dapat masuk secara langsung ke dalam tubuh manusia apabila air yang mengandung logam berat diminum, sedangkan secara tidak langsung apabila memakan bahan makanan yang berasal dari air tersebut. Di dalam tubuh manusia, logam berat juga dapat terakumulasi dan menimbulkan berbagai bahaya terhadap kesehatan. Logam berat, seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), kromium (Cr), seng (Zn), dan nikel (Ni) yang sering menimbulkan berbagai permasalahan yang cukup serius pada perairan. Penyebab terjadinya pencemaran logam berat pada perairan biasanya berasal limbah buangan industri dan pertambangan.

Jenis-Jenis Industri Pembuang Limbah yang Mengandung Logam Berat : Kertas: Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Zn Petro-chemical: Cd, Cr, Hg, Pb, Sn, Zn Pengelantang: Cd, Cr, Hg, Pb, Sn, Zn Pupuk: Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Zn Kilang minyak: Cd, Cr, Cu, Pb, Ni, Zn Baja: Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Sn, Zn Logam bukan besi: Cr, Cu, Hg, Pb, Zn Kendaraan bermotor, pesawat terbang: Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Sn, Zn Gelas, semen, keramik: Cr Tekstil: Cr Industri kulit: Cr Pembangkit listrik tenaga uap: Cr, Zn

Ancaman Lingkungan Pencemaran Air | medsis | 4.5