Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh pergeseran bumi di dasar laut. Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti “gelombang pelabuhan” karena bencana ini hanya terjadi di wilayah pesisir. Kapan tsunami terjadi? Tsunami bisa terjadi kapan saja, pada saat musim hujan ataupun musim kemarau baik siang maupun malam hari. Dampak yang diakibatkan bencana tsunami sangat luar biasa baik jiwa maupun harta seperti Kerugian besar banyak terjadi karena bencana tsunami yang mendadak dan banyak masyarakat tidak menyadari datangnya bencana serta kekuatan bencana sangat besar.

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

1. Tindakan kesiapsiagaan Tindakan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami adalah mengenali gejala yang mungkin terjadi. Tanda peringatan akan terjadinya bencana tsunami antara lain adalah: a) Pada umumnya diawali gempa bumi yang sangat kuat, bisa lebih dari 6 skala Richter, berlokasi di bawah laut. Anda dapat merasakan gempa tersebut jika berada dekat dengan pusat gempa. Namun tsunami bisa tetap terjadi meskipun Anda tidak merasakan goncangan. b) Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang (merupakan tanda peringatan datangnya tsunami). c) Hembusan angin berbau air laut yang keras.d) Tsunami adalah rangkaian gelombang, bukan gelombang pertama yang besar dan mengancam, tetapi beberapa saat setelah gelombang pertama akan menyusul gelombang yang jauh lebih besar. e) Bila Anda melihat laut menjadi berwarna gelap atau mendengar suara gemuruh lebih keras dari biasanya, itu dapat berarti gelombang tsunami sedang mendeka .

2. Tindakan saat terjadi tsunami Mengurangi dampak dari tsunami berdasarkan pengalaman atau melihat peristiwa di wilayah lain dapat berupa tindakan preventif dan tindakan saat terjadi tsunami. Secara preventif disarankan untuk menanam tanaman yang mampu menahan gelombang seperti bakau, palem, ketapang, waru, beringin atau jenis lainnya. Ikuti tata guna lahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Membuat bangunan bertingkat dengan ruang aman di bagian atas, bagian dinding yang lebar usahakan tidak sejajar dengan garis pantai. Hindari bertempat tinggal di daerah tepi pantai yang landai kurang dari 10 meter dari permukaan laut.

Berdasarkan penelitian, daerah ini merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat bencana tsunami, badai dan angin ribut. Tindakan saat terjadi tsunami perlu diperhatikan beberapa prinsipprinsip cara penyelamatan diri :

a) Bila sedang berada di pantai atau dekat laut dan merasakan bumi bergetar, segera berlari ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai. Naik ke lantai yang lebih tinggi, atap rumah atau memanjat pohon. Tidak perlu menunggu peringatan tsunami. b) Tsunami dapat muncul melalui sungai dekat laut, jadi jangan berada di sekitarnya. c) Selamatkan diri anda, bukan barang anda. d) Jangan hiraukan kerusakan di sekitar, teruslah berlari. e) Jika terseret tsunami, carilah benda terapung yang dapat digunakan sebagai rakit. f) Saling tolong-menolong, ajaklah tetangga tinggal di rumah anda, bila rumah Anda selamat. g) Utamakan anak-anak, wanita hamil, orang jompo dan orang cacat. h) Selamatkan diri melalui jalur evakuasi tsunami ke tempat evakuasi yang sudah disepakati bersama. i) Tetaplah bertahan di daerah ketinggian sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak berwenang tentang keadaan aman. j) Jika anda berpegangan pada pohon saat gelombang tsunami berlangsung jangan membelakangi arah laut supaya terhindar dari benturan benda benda yang dibawa oleh gelombang. Anda dapat membalikkan badan saat gelombang berbalik arah kembali ke laut. k) Tetap berpegangan kuat hingga gelombang benar-benar reda.

3. Tindakan setelah tsunami Tindakan setelah terjadi bencana adalah sangat penting segera dilakukan untuk menghindari kecelakaan lain akibat kelalaian, seperti tersengat listrik, terperosok, atau tertimpa reruntuhan susulan. Tindakan ini juga sebagai upaya bangkit kembali ke kehidupan baru, oleh karena itu perlu diketahui beberapa hal: a) Hindari instalasi listrik bertegangan tinggi dan laporkan jika menemukan kerusakan kepada PLN. b) Hindari memasuki wilayah kerusakan kecuali setelah dinyatakan aman. c) Jauhi reruntuhan bangunan. d) Laporkan diri ke lembaga pemerintah, lembaga adat atau lembaga keagamaan! e) Upayakan penampungan sendiri kalau memungkinkan. Ajaklah sesama warga untuk melakukan kegiatan yang positif. Misalnya mengubur jenazah, mengumpulkan benda-benda yang dapat digunakan kembali, sembahyang bersama, dan lain sebagainya. f) Segera melakukan pendataan, tindakan ini akan dapat menolong kita untuk segera bangkit, dan membangun kembali kehidupan. g) Bila diperlukan, carilah bantuan dan bekerjasama dengan sesama serta lembaga pemerintah, adat, keagaamaan atau lembaga swadaya masyarakat. h) Ceritakan tentang bencana ini kepada keluarga, anak, dan teman Anda untuk memberikan pengetahuan yang jelas dan tepat. Ceritakan juga apa yang harus dilakukan bila ada tanda-tanda tsunami akan datang.

 

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami | medsis | 4.5