Akibat Pengikisan oleh Tenaga Gelombang dan Angin

Akibat Pengikisan oleh Tenaga Gelombang (Abrasi)
Erosi berdampak juga pada perubahan muka Bumi. Abrasi
(erosi di pantai) akan mengikis daerah sekitar pantai. Kejadian
seperti ini pernah terjadi di Jayapura, abrasi di sepanjang
pantai di Pulau Biak mencapai 75 meter dari garis pantai.
Sejumlah karang dan pulau rusak bahkan tenggelam akibat
pengikisan. Pulau-pulau yang tenggelam tersebut sebelumnya
merupakan objek wisata yang sangat indah di Biak Numtor.

a) Tebing Terjal (Cliff) dan Rataan Bentukan Gelombang
(Wave Cut Platform)
Cliff merupakan kenampakan alam hasil proses
abrasi di daerah pantai berbatu dan terjal.
Hantaman gelombang laut yang kuat mampu
mengikis batuan tebing hingga terbentuk notch
(takik/cekungan di bagian bawah tebing).
Pengikisan air laut secara terus-menerus menyebabkan notch semakin besar dan menjorok
ke dalam membentuk gua. Semakin lama, gua
tidak mampu menahan dinding bagian atas
dan akhirnya membentuk dinding terjal (cliff).
Jika cliff ini terbentuk terus-menerus mundur
ke dalam, sedangkan batuan tebing bagian
bawah kuat, maka akan terbentuk rataan
bentukan gelombang (wave cut platform). Akibat Pengikisan oleh Tenaga Gelombang dan Angin
b) Jembatan Alam (Natural Bridge)
Kenampakan alam ini terbentuk di daerah
pantai berbatu yang terjal pada bagian tanjung.
Proses pembentukannya diawali dari abrasi
laut yang berlangsung terus-menerus hingga
membentuk gua. Jika pada sisi tebing yang lain
juga terbentuk gua, maka kedua gua ini semakin
lama akan bertemu dan pada akhirnya membentuk lubang dengan bagian atas seperti
jembatan. Di Indonesia, contoh jembatan alam
ini dapat dijumpai di daerah Karang Bolong
dan pantai selatan Jawa.

Akibat Pengikisan oleh Tenaga Angin

Berdasarkan teori, adanya gurun pasir karena
proses pelapukan mekanis. Proses itu dimulai
ketika suhu siang hari yang terik memanasi batuan
gurun sampai di atas 80° C sehingga batuan itu
memuai.
Selama beribu-ribu tahun, angin gurun
mengeruk batuan yang hancur dan mengangkut
butiran-butiran pasir halus. Lama-lama pasir ini
menumpuk menjadi bukit pasir yang luas.
Bantuan cendawan merupakan kenampakan
alam yang terbentuk di daerah gurun atau daerah
beriklim kering akibat pengikisan oleh angin. Material pasir yang terbawa oleh angin juga berperan
sebagai tenaga pengikisan batuan. Contoh: Tanah
Loss di Gurun Gobi (Cina Utara) yang memiliki
ketebalan 600 meter.

Pengendapan
Proses pelapukan dan erosi menghasilkan materi yang bisa
terangkut oleh aliran air maupun kekuatan angin. Material tersebut
dapat berupa pasir, lumpur, maupun tanah. Nah, materi yang
terangkut tersebut akan mengendap di suatu tempat sesuai dengan
karakteristik media pengangkutnya. Apabila aliran air deras,
ataupun kekuatan angin sangat kencang, maka materi akan
terendapkan di tempat yang jauh dari tempat asal terjadinya erosi
maupun pelapukan. Pengendapan berlangsung secara bertahap
sehingga membentuk sedimen yang berlapis-lapis. Proses seperti
inilah yang turut membentuk muka Bumi. Tahukah kamu bentang
alam apa yang terbentuk dari proses sedimentasi?
1) Delta
Delta terbentuk di muara sungai, yaitu tempat pertemuan
sungai dengan laut. Pada saat aliran sungai mendekati laut,
arusnya melemah karena adanya pengaruh gelombang laut,
sehingga material yang dibawa aliran sungai mengendap di
lokasi ini dan membentuk delta.

2) Kipas Aluvial
Kenampakan ini terbentuk di kaki gunung.
Pada tempat ini terjadi perubahan kemiringan dari
pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan akhirnya material hasil
erosi terendapkan.
Materi yang terendapkan merupakan aluvium halus.
Umumnya terbentuk di antara lembah curam dan sempit.
3) Tanggul Alam
Tanggul alam terbentuk pada waktu terjadi banjir, akibatnya
material-material dari air sungai meluap di kanan kiri sungai.
Ketika banjir mereda, material tersebut terendapkan di kanan
kiri sungai dan lama-kelamaan semakin tinggi menyerupai
tanggul.

4) Dataran Banjir
Dataran banjir merupakan dataran rendah di kanan kiri sungai
yang terbentuk dari material hasil pengendapan banjir aliran
sungai. Pada saat banjir datang, air meluap ke kanan kiri alur
sungai. Luapan air ini membawa material sedimen yang
kemudian diendapkan di kanan kiri sungai. Proses ini
berlangsung lama, hingga terbentuk dataran banjir.

5) Meander
Meander adalah salah satu bentuk sungai yang khas. Sungai
dengan kelokan yang terbentuk dari adanya pengendapan.
Meskipun sungai ini banyak terdapat di bagian tengah suatu
DAS, bahkan mendekati hilir, tetapi proses pembentukannya
dimulai di bagian hulu. Volume air di bagian hulu yang kecil
mengakibatkan tenaga yang terbentuk pun kecil. Oleh
karenanya sungai akan mencari rute yang paling mudah, yaitu
materi batuan yang tidak resistan. Di bagian tengah, aliran
air mulai melambat karena relief yang datar. Di sinilah pembentukan meander mulai nyata. Proses meander terjadi di tepi
sungai baik bagian dalam maupun luar lekukan sungai. Pada
bagian sungai yang alirannya cepat akan terjadi pengikisan,
di bagian lain dari tepi sungai yang alirannya lamban akan
terjadi pengendapan. Meander terbentuk dari proses ini yang
berlangsung secara terus-menerus.

6) Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake)
Oxbow lake terbentuk akibat proses sedimentasi
yang terjadi pada lekukan sisa sungai meander.

7) Tombolo dan Spit
Tombolo dan spit merupakan kenampakan alam hasil proses
sedimentasi di pantai. Tombolo adalah endapan material
sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil,
sedangkan spit merupakan endapan material sedimen laut
di bagian ujung tanjung.

8) Gumuk Pasir
Gumuk pasir merupakan bentang alam hasil
pengendapan oleh angin. Bentang alam ini dapat
terbentuk di pantai maupun di gurun. Terbentuk
karena adanya akumulasi pasir yang cukup banyak
dan tiupan angin yang kuat sehingga pasir
terangkut dan kemudian terendapkan membentuk
gumuk pasir.

Akibat Pengikisan oleh Tenaga Gelombang dan Angin | medsis | 4.5